Gerakan Sosial dan Konflik Kebijakan Eksploitasi Geotermal di Desa Sokoria Kecamatan Ndona Timur Kabupaten Ende

Authors

  • Samsi Duha Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Wahid Hasyim T.R.A Beni Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • BacoTang Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Khaidir Universitas Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  • Idris Mboka Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.2300

Keywords:

Social Change, Social Conflict, Social Movement, Community Response, Geothermal, Sokoria

Abstract

Eksploitasi panas bumi di Desa Sokoria, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende menimbulkan konsekuensi sosial yang melampaui pembangunan fisik, terutama terkait struktur sosial, relasi kuasa, nilai budaya, dan pola interaksi masyarakat. Proyek ini juga memunculkan ketegangan karena partisipasi yang tidak setara, keterbatasan transparansi, dan perbedaan kepentingan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sosial, konflik sosial, gerakan sosial, dan respons masyarakat terhadap kebijakan eksploitasi panas bumi di Desa Sokoria. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat lokal, tokoh adat, pemerintah desa, aktivis PMKRI, aktivis lingkungan, dan pihak terkait lainnya. Temuan menunjukkan bahwa eksploitasi panas bumi memicu perubahan sosial multidimensional, meliputi pergeseran peran Mosalaki dalam pengambilan keputusan, transformasi makna tanah dari nilai budaya menjadi nilai ekonomi, serta fragmentasi sosial dalam masyarakat. Perubahan tersebut berkontribusi terhadap konflik sosial dan mendorong lahirnya gerakan sosial sebagai upaya mempertahankan ruang hidup dan menuntut keadilan sosial. Respons masyarakat beragam, mencakup penerimaan, penolakan, negosiasi, dan adaptasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan transparansi, partisipasi inklusif, dan kebijakan pembangunan yang peka budaya dalam pengelolaan proyek panas bumi agar dampak sosial dapat dikelola secara lebih adil, akuntabel, dan berkelanjutan lokal.

References

Aditjondro, GJ (2003). Pola-pola gerakan lingkungan dan konflik sumber daya alam di Indonesia . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Afiff, S. (2015). Gerakan sosial lingkungan di Indonesia dan dinamika advokasi masyarakat. Jurnal Masyarakat dan Budaya , 17(2), 145–160.

Ajzen, I. (1991). Teori perilaku terencana. Perilaku Organisasi dan Proses Pengambilan Keputusan Manusia , 50(2), 179–211.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. (2023). Laporan advokasi masyarakat adat terkait proyek geotermal di Flores . Jakarta: AMAN.

Aprilianto, F., & Ariefianto, MD (2021). Pengembangan energi panas bumi dalam mendukung transisi energi nasional di Indonesia. Jurnal Energi dan Lingkungan , 12(1), 45–58.

Arnstein, SR (1969). Tangga partisipasi warga. Jurnal Institut Perencana Amerika , 35(4), 216–224.

Bowen, GA (2009). Analisis dokumen sebagai metode penelitian kualitatif. Jurnal Penelitian Kualitatif , 9(2), 27–40.

Chambers, R. (1994). Penilaian partisipatif pedesaan (PRA): Analisis pengalaman. Pembangunan Dunia , 22(9), 1253–1268.

Creswell, JW (2014). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran (edisi ke-4). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dahrendorf, R. (1959). Kelas dan konflik kelas dalam masyarakat industri . Stanford, CA: Stanford University Press.

Denzin, NK, & Lincoln, YS (2018). Buku pegangan Sage tentang penelitian kualitatif (edisi ke-5). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Finlay, L. (2002). Menegosiasikan rawa: Peluang dan tantangan refleksivitas dalam praktik penelitian. Penelitian Kualitatif , 2(2), 209–230.

Fox, JA (2007). Hubungan yang tidak pasti antara transparansi dan akuntabilitas. Development in Practice , 17(4–5), 663–671.

Fung, A. (2006). Variasi partisipasi dalam tata kelola kompleks. Public Administration Review , 66, 66–75.

Harefa, M., & Harmoko, U. (2021). Konflik kebijakan energi dan dinamika sosial masyarakat lokal dalam pengembangan energi terbarukan. Jurnal Kebijakan Publik , 8(2), 101–118.

IPCC. (2021). Perubahan iklim 2021: Dasar ilmu fisika . Cambridge: Cambridge University Press.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja sektor energi dan sumber daya mineral tahun 2023 . Jakarta: Kementerian ESDM.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Laporan status hidup lingkungan Indonesia tahun 2022 . Jakarta : KLHK.

Kincheloe, JL, & McLaren, P. (2005). Memikirkan kembali teori kritis dan penelitian kualitatif. Dalam NK Denzin & YS Lincoln (Ed.), The Sage handbook of qualitative research (hlm. 303–342). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Mempelajari keterampilan wawancara penelitian kualitatif (edisi ke-2). Thousand Oaks, CA: Sage Publications

Lincoln, YS, & Guba, EG (1985). Penyelidikan naturalistik . Beverly Hills, CA: Sage Publications.

McCarthy, JD, & Zald, MN (1977). Mobilisasi sumber daya dan gerakan sosial: Sebuah teori parsial. American Journal of Sociology , 82(6), 1212–1241.

Miles, MB, Huberman, AM, & Saldaña, J. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber metode (edisi ke-3). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Patton, MQ (2015). Metode penelitian dan evaluasi kualitatif (edisi ke-4). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Proyek Multatuli. (2024). Konflik geotermal dan masyarakat lokal di Flores . Jakarta: Proyek Multatuli.

Radio Republik Indonesia. (2025). Aksi penolakan dan dinamika proyek panas bumi di Kabupaten Ende . Jakarta: RRI.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup . Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi . Jakarta: Sekretariat Negara.

Slovic, P. (1987). Persepsi risiko. Sains , 236(4799), 280–285.

Snow, DA, & Benford, RD (1988). Ideologi, resonansi kerangka kerja, dan mobilisasi partisipan. Penelitian Gerakan Sosial Internasional , 1, 197–217.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar . Jakarta: Rajawali Pers.

Spradley, JP (1980). Observasi partisipan . New York: Holt, Rinehart and Winston.

Stake, RE (1995). Seni penelitian studi kasus . Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Suchman, MC (1995). Mengelola legitimasi: Pendekatan strategis dan institusional. Academy of Management Review , 20(3), 571–610.

Sztompka, P. (2007). Sosiologi perubahan sosial . Jakarta: Prenada Media.

Tarrow, S. (2011). Kekuasaan dalam gerakan: Gerakan sosial dan politik yang penuh konflik (edisi ke-3). Cambridge: Cambridge University Press.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Duha, S., Wahid Hasyim T.R.A Beni, BacoTang, B., Khaidir, K., & Mboka, I. (2026). Gerakan Sosial dan Konflik Kebijakan Eksploitasi Geotermal di Desa Sokoria Kecamatan Ndona Timur Kabupaten Ende. International Journal of Social Sciences and Humanities, 4(2), 210–218. https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.2300