Integrasi Ekonomi Kreatif dan Tata Kelola BUMDesa Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pademonegoro
DOI:
https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.1965Keywords:
Ekonomi Kreatif, Tata Kelola, Kinerja BUMDesa, Kesejahteraan Masyarakat, Pembangunan Desa BerkelanjutanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan ekonomi kreatif dan kualitas tata kelola terhadap kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) serta kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat dalam aktivitas BUMDesa dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperkuat serta menjelaskan hasil analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BUMDesa melalui peningkatan inovasi, penciptaan nilai tambah, serta pemanfaatan potensi lokal desa. Selain itu, kualitas tata kelola yang ditandai dengan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan BUMDesa. Integrasi antara pengembangan ekonomi kreatif dan penerapan tata kelola yang baik mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan peluang ekonomi dan peningkatan pendapatan desa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan strategi pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi serta penerapan sistem tata kelola yang profesional guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
References
Ansari, S., Munir, K., & Gregg, T. (2012). Impact at the ‘bottom of the pyramid’: The role of social capital in capability development and community empowerment. Journal of Management Studies, 49(4), 813–842. https://doi.org/10.1111/j.1467-6486.2012.01042.x
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781506335193
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Fahmi, F. Z., McCann, P., & Koster, S. (2017). Creative economy policy in developing countries: The case of Indonesia. Urban Studies, 54(6), 1367–1384. https://doi.org/10.1177/0042098015620529
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.
Ridlwan, Z. (2014). Urgensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam Pembangunan Perekonomian Desa. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 8(3), 424–440. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v8no3.314
Sofyani, H., & Akbar, R. (2018). Kinerja organisasi sektor publik: Perspektif governance dan akuntabilitas. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 15(1), 1–17. https://doi.org/10.21002/jaki.2018.01
Sutopo, B., & Suryanto, T. (2021). Village-owned enterprises and rural economic development: Evidence from Indonesia. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 8(4), 789–798. https://doi.org/10.13106/jafeb.2021.vol8.no4.0789
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mustafa Hermanto, Fajar Pradita, Erwin Sulistyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




