Analisis Produksi Bawang Merah Di Kecematan Plampang Kabupaten Sumbawa NTB

Authors

  • Nur Syafitri Universitas Mataram, Mataram, Indonesia
  • Taslim Sjah
  • I Ketut Budastra

DOI:

https://doi.org/10.55681/economina.v4i12.1818

Keywords:

Produksi Bawang Merah, Faktor-Faktor Produksi, Kecamatan Plampang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu sentra hortikultura penting yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada petani bawang merah, didukung data primer dan sekunder, serta dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel luas lahan, penggunaan benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap tingkat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan kualitas benih memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan produksi, sementara penggunaan pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan namun cenderung fluktuatif tergantung pada dosis dan pola aplikasi yang diterapkan petani. Tenaga kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi, meskipun efisiensinya dipengaruhi oleh keterampilan serta intensitas tenaga kerja pada fase budidaya tertentu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi ketersediaan sarana produksi, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), keterbatasan akses pembiayaan, serta fluktuasi harga pasar yang berdampak pada keputusan budidaya dan efisiensi produksi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan strategi peningkatan produktivitas bawang merah melalui penyediaan sarana produksi berkualitas, pelatihan budidaya modern, serta penguatan akses pasar dan lembaga pembiayaan bagi petani di Kecamatan Plampang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pertanian hortikultura yang berkelanjutan di NTB

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2020). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arimbawa, I. G. (2022). Efisiensi penggunaan input pada usahatani hortikultura di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hastuti, S. (2020). Kualitas benih dan produktivitas hortikultura. Jurnal Agronasia, 12(2), 55–63.

Ismail, H., & Ridhwan, M. (2021). Pengelolaan lahan kering dalam meningkatkan produksi bawang merah. Jurnal Sains Pertanian Tropis, 8(1), 44–52.

Lestari, D. (2021). Sosio-ekonomi petani dalam pengelolaan hortikultura. Yogyakarta: Deepublish.

Maulana, A. (2020). Ketersediaan modal dan pengaruhnya terhadap produktivitas usahatani hortikultura. Jurnal Ekonomi Pertanian, 5(1), 33–45.

Mulyani, E. (2021). Produktivitas pertanian dan efisiensi input. Bogor: IPB Press.

Rahman, F. (2021). Analisis fluktuasi harga bawang merah dan dampaknya terhadap keputusan petani. Jurnal Pasar Pertanian, 7(2), 88–98.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suryana, A. (2020). Ekonomi hortikultura Indonesia. Bandung: Alfabeta.

Wahyudi, T. (2021). Analisis faktor-faktor produksi pada komoditas hortikultura. Jurnal Ilmu Pertanian Nusantara, 6(1), 19–28.

Yuwono, B. (2022). Kajian strategis peningkatan produktivitas tanaman bawang merah. Jurnal Pembangunan Pertanian, 4(4), 122–135.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Syafitri, N., Sjah, T., & Budastra, I. K. (2025). Analisis Produksi Bawang Merah Di Kecematan Plampang Kabupaten Sumbawa NTB. JURNAL ECONOMINA, 4(12), 441–447. https://doi.org/10.55681/economina.v4i12.1818