Kemitraan Petani Ubi Kayu dan Industri Tepung Tapioka di Lombok Tengah: Analisis Rantai Nilai dan Pembagian Keuntungan

Authors

  • Hayatullah Hayatullah Universitas Mataram, Mataram,Indonesai
  • Taslim Sjah Universitas Mataram, Mataram, Indonesia
  • Ketut Budastra Universitas Mataram, Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/economina.v4i12.1815

Keywords:

Kemitraan agribisnis, Nilai tambah, Kelembagaan koperasi

Abstract

Kemitraan antara petani ubi kayu dan pabrik tapioka merupakan elemen kunci dalam pengembangan agribisnis di wilayah lahan kering Indonesia, karena mampu mendorong peningkatan nilai tambah dan stabilitas rantai pasok. Meskipun demikian, pola inti plasma yang selama ini diterapkan masih menunjukkan ketimpangan posisi tawar, terutama terkait pembagian keuntungan yang lebih banyak menguntungkan pihak pengolah. Studi ini berupaya mengkaji model kemitraan yang lebih adil dengan menggunakan perspektif rantai nilai dan distribusi nilai tambah, sehingga dapat menggambarkan hubungan yang lebih proporsional antara petani sebagai pemasok bahan baku dan industri sebagai pengolah.Penelitian dilakukan melalui pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap berbagai publikasi ilmiah dan sumber terbuka terbitan 2015–2024. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis berdasarkan teori kemitraan agribisnis, bukti empiris, serta kebijakan terkait tata kelola dan peran koperasi. Fokus kajian diarahkan pada Kabupaten Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara yang dikenal sebagai sentra produksi ubi kayu dan kawasan kerja sama dengan industri lokal.Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar nilai tambah masih terpusat pada pihak pengolah, sedangkan petani menerima porsi yang relatif kecil. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan koperasi, penerapan kontrak berbasis kontribusi nilai, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi penting untuk menciptakan kemitraan yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki struktur agribisnis ubi kayu di lahan kering Indonesia

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

ACIAR. (2020). Cassava value chains and livelihoods in Southeast Asia. Australian Centre for International Agricultural Research.

BRIN. (2024). Dampak perubahan iklim terhadap pertanian lahan kering di Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

FAO. (2018). The role of cooperatives in inclusive value chains. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/3/i8917en.pdf

FAO. (2020). Inclusive value chains for sustainable agriculture. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/inclusive-value-chains

Gereffi, G. (2018). Global value chains and development: Redefining the contours of 21st century capitalism. Cambridge University Press.

Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2018). Writing narrative literature reviews for peer-reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine, 17(1), 46–55. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2017.12.003

Kaplinsky, R., & Morris, M. (2016). A handbook for value chain research. Institute of Development Studies. https://opendocs.ids.ac.uk

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. SAGE Publications.

Nurjaya, D., Kurniasih, E., & Prasetyo, R. (2019). Digital financial literacy and cooperative efficiency. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(1), 55–63. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.007.01.6

Ostrom, E. (2015). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.

Purnaningih, N., & Mulyono, H. (2018). Hubungan inti–plasma dalam industri pangan Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 36(2), 175–188. https://doi.org/10.21082/jae.v36n2.2018.175-188

Rahmadani, F., Fitriani, A., & Yulianto, T. (2022). Value chain analysis of cassava agribusiness in South Sulawesi. Agrisocionomics, 6(1), 12–22. https://journal.trunojoyo.ac.id/agrisocionomics/article/view/14026

Rawls, J. (1971). A theory of justice. Harvard University Press.

Rizal, M., Santosa, S., & Harjanto, A. (2021). Peran kelembagaan koperasi dalam kemitraan pertanian di Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(1), 15–28. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jagbi/article/view/35200

Satria, R., Hidayat, N., & Fariyanti, A. (2019). Equitable benefit sharing in agricultural partnerships. Sustainability, 11(5), 1402. https://doi.org/10.3390/su11051402

Sembiring, R., Sitorus, M., & Lestari, D. (2021). Micro agroindustry and rural value chain development. Open Agriculture, 6(1), 154–165. https://doi.org/10.1515/opag-2021-0148

Sen, A. (2010). The idea of justice. Harvard University Press.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Supriyadi, A., & Anindita, M. (2022). Digitalization and transparency in agricultural cooperatives. Journal of Agribusiness and Development Economics, 5(3), 211–224. https://jurnal.uns.ac.id/jade/article/view/48056

Susanto, E. (2020). The fairness of profit distribution in contract farming schemes. International Journal of Rural Studies, 27(3), 99–113. http://ijrsr.in/issue-details/the-fairness-of-profit-distribution-in-contract-farming-schemes

Tambun, R., & Manik, Y. (2020). Value chain analysis of cassava in North Sumatra. Journal of Engineering and Scientific Research, 2(1), 45–53. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.20331.85288

Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence‐informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375

Trienekens, J. (2019). Agrifood value chains and networks. Agricultural Systems, 173, 3–11. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2019.02.011

World Bank. (2022). Inclusive agri-food value chains for rural transformation. World Bank. https://openknowledge.worldbank.org

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Hayatullah, H., Sjah, T., & Budastra, K. (2025). Kemitraan Petani Ubi Kayu dan Industri Tepung Tapioka di Lombok Tengah: Analisis Rantai Nilai dan Pembagian Keuntungan. JURNAL ECONOMINA, 4(12), 423–432. https://doi.org/10.55681/economina.v4i12.1815