Bentuk Sajian dan Analisis Kritik Wacana Tari Joget Iwak di Desa Simbatan, Kabupaten Magetan

Authors

  • Rahma Puspita Sari Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
  • RM. Pramutomo Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia

Keywords:

Tari Joget Iwak, Kritik Tari, Kesejahteraan Hewan, Ritual Penyucian Air, Wacana Kritis

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk penyajian dan wacana kritis Tari Joget Iwak, tari ritual dalam upacara penyucian air di Petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk penyajian tari dan menganalisis wacana kritis penggunaan ikan gabus (Channa striata) dan ikan lele (Clarias sp.) hidup sebagai properti tari. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi tidak langsung terhadap dokumentasi audio-visual, wawancara lima informan kunci, dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan teori bentuk tari dan model analisis wacana kritis tiga dimensi Fairclough yang mencakup teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Joget Iwak memadukan gerak nonrepresentasional dan representasional yang menirukan pergerakan ikan, diiringi gamelan berlaras pelog dan slendro pathet nem, tanpa tata rias, serta menggunakan busana batik ciprat langitan. Analisis wacana mengungkap ketegangan antara makna sakral-komunal ikan sebagai manifestasi Dewi Sri dan norma kontemporer tentang kesejahteraan hewan. Penelitian merekomendasikan dialog antara pelestarian tradisi dan prinsip kesejahteraan hewan tanpa menghilangkan makna ritual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (1993). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Bina Aksara.

Bahari, N. (2008). Kritik seni: Wacana apresiasi dan kreasi. Pustaka Pelajar.

Dwaji, C. N., & Falah, A. M. (2023). Kajian kritik seni: Makna artistik Topeng Cirebon pada pertunjukan Tari Topeng Cirebon. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 153–165. https://doi.org/10.26742/atrat.v11i2.2849

Fairclough, N. (2001). Language and power (2nd ed.). Longman.

Koentjaraningrat. (1988). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Djambatan.

La Meri. (1986). Elemen-elemen dasar komposisi tari (R. M. Soedarsono, Trans.). Akademi Seni Tari Indonesia. (Original work published 1965)

Mahanum. (2021). Tinjauan kepustakaan. Alacrity: Journal of Education, 2(2).

Munfarida, E. (2014). Analisis wacana kritis dalam perspektif Norman Fairclough. Jurnal Komunika, 8(1).

Murgiyanto, S. (2002). Kritik tari: Bekal dan kemampuan dasar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Nasution, E. K. (2022). Kajian etik, kesejahteraan, dan kesehatan hewan dalam fenomena topeng monyet. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 1(6), 915–921. https://doi.org/10.55123/insologi.v1i6.606

Nastiti, T. S. (2020). Dewi Sri dalam kepercayaan masyarakat Indonesia. Tumotowa: Jurnal Ilmiah Arkeologi dan Studi Kebudayaan, 3(1), 1–12.

Nugroho, S., et al. (2020). Panduan tugas akhir Fakultas Seni Pertunjukan. ISI Press Surakarta.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sari, Y., & Maryono. (2017). Tari Bugis Kembar versi S. Ngaliman (Kajian kritik holistik). Greget: Jurnal Kreativitas dan Studi Tari, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.33153/grt.v16i1.2350

Slamet, M. D. (2018). Metode penelitian tari. ISI Press Surakarta.

Soedarsono. (1978). Pengantar pengetahuan tari. Akademi Seni Tari Indonesia.

Soedarsono, R. M. (1997). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suharto. (1999). Tayub: Pertunjukan dan ritus kesuburan. Arti.Line/Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Supardjan, N. (1982). Pengantar pengetahuan tari. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tasman, A. (2008). Analisa gerak dan karakter. ISI Press Surakarta.

Ulya, L. Z. (2025). Evaluasi Tari Piring Tambua Tasa di Sanggar Rumah Chika Pekanbaru dalam kajian kritik seni. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 14(1).

Widyastutieningrum, S. R. (2004). Sejarah Tari Gambyong: Seni rakyat menuju istana. ISI Press Solo.

Dokumentasi Tari Joget Iwak. (2018a). Ikan lele menari: Tarian Magetan Ngumandang Festival Budaya Simbatan 2018 [Video]. YouTube. https://youtu.be/HPt97KH_kvA

Dokumentasi Tari Joget Iwak. (2018b). Prosesi Tari Ikan dan Sebar Beras Kuning Festival Budaya Dewi Sri 2018 [Video]. YouTube. https://youtu.be/7mKu4UnZLqs

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Sari, R. P., & Pramutomo, R. (2026). Bentuk Sajian dan Analisis Kritik Wacana Tari Joget Iwak di Desa Simbatan, Kabupaten Magetan. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(8), 4400–4412. Retrieved from https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/armada/article/view/3576