Revitalisasi Bentuk dan Proses Pertunjukan Teater Tradisional Bangsawan pada Sanggar Teater Senja 5 Pekanbaru

Authors

  • Mahar Al Malik Pascasarjana Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Elida Pascasarjana Universitas Negeri Padang, Indonesia

Keywords:

Revitalisasi, Bentuk Pertunjukan, Proses Pertunjukan, Teater Tradisional Bangsawan, Budaya Melayu, Sanggar Teater Senja 5 Pekanbaru

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya eksistensi Teater Tradisional Bangsawan sebagai warisan budaya masyarakat Melayu akibat transformasi sosial, perkembangan teknologi, dan perubahan minat terhadap seni pertunjukan tradisional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan revitalisasi bentuk dan proses pertunjukan Teater Tradisional Bangsawan yang dikembangkan Sanggar Teater Senja 5 SMA Negeri 5 Pekanbaru melalui pementasan Banglas Antara Rintis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dengan melibatkan pimpinan sanggar, sutradara, tim artistik, pemain, praktisi Teater, dan penonton. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi bentuk dilakukan melalui rekonstruksi struktur dramatik, penokohan, tema, adaptasi cerita, tata panggung, musik, dialog, kostum, dan tata rias dengan tetap mempertahankan identitas estetika Teater Bangsawan. Revitalisasi proses diwujudkan melalui kreativitas artistik kolaboratif, internalisasi nilai budaya Melayu, pengelolaan sistematis, dan peningkatan partisipasi penonton. Revitalisasi tersebut mengintegrasikan pelestarian budaya dengan inovasi artistik sehingga Teater Bangsawan tetap relevan dan edukatif serta memperkuat pewarisan identitas budaya Melayu kepada generasi muda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arbi, A., & Luthfiyah, U. (2025). Eksistensi dan perubahan dalam seni pertunjukan Melayu Riau. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(4), 157–162. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i4.1045

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Darmawan, A. (2021). A methodological examination of multidisciplinary research of Mak Yong theatre: Text, heritage, and performance. SPAFA Journal, 5. https://doi.org/10.26721/spafajournal.2021.v5.680

Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press.

Jazuli, M. (1994). Telaah teoretis seni tari. IKIP Semarang Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Lubis, A. (2022). Revitalisasi seni pertunjukan tradisional dalam perspektif budaya. Rajawali Pers.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Noor Said, M. (2009). Teater tradisional Indonesia: Dinamika dan transformasi budaya. Pustaka Pelajar.

Nurwanti, Y. H., & Dwinanto, A. (2024). Heritage in motion: Safeguarding the cultural legacy of Wayang Kulit Kedu, Indonesia. Trames, 28(2), 215–230. https://doi.org/10.3176/tr.2024.2.06

Richardson, J. M. (2022). Performing identity: Identity formation in the teenage live theatre audience. English in Education, 56(2), 139–159. https://doi.org/10.1080/04250494.2021.1971967

San, S. (2018). Teater Bangsawan Melayu: Sejarah, estetika, dan perkembangannya. Penerbit Ombak.

Schechner, R. (2002). Performance studies: An introduction. Routledge.

Sedyawati, E. (2006). Budaya Indonesia: Kajian arkeologi, seni, dan sejarah. RajaGrafindo Persada.

Sedyawati, E. (2007). Keindonesiaan dalam budaya. Wedatama Widya Sastra.

Soedarsono, R. M. (1976). Pengantar pengetahuan dan komposisi tari. Akademi Seni Tari Indonesia.

Soedarsono, R. M. (1999). Metodologi penelitian seni pertunjukan dan seni rupa. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Wagner, R. (1981). The invention of culture (Revised and expanded ed.). University of Chicago Press.

Wallace, A. F. C. (2003). Revitalization movements. In J. Clifton (Ed.), Selected writings of Anthony F. C. Wallace (pp. 264–281). University of Nebraska Press.

When intangible cultural heritage meets modernization: Can Chinese opera with modernized elements attract young festival-goers? (2025). Tourism Management, 107, 105036. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2024.105036

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zhao, X., Elahi, E., Wang, F., & Xing, H. (2024). Sustainable tourism development for traditional Chinese drama's intangible cultural heritage. Heliyon, 10(3), e25483. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e25483

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Mahar Al Malik, & Elida. (2026). Revitalisasi Bentuk dan Proses Pertunjukan Teater Tradisional Bangsawan pada Sanggar Teater Senja 5 Pekanbaru. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(8), 4146–4153. Retrieved from https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/armada/article/view/3460