Tumpangsari Kedelai dan Jagung untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Kering
Keywords:
Kedelai, Tumpangsari, Waktu TanamAbstract
Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mendapatkan informasi saat tanam kedelai yang tepat dan mendapatkan varietas kedelai yang adaptif pada kondisi tumpangsari dengan tanaman jagung pada lahan kering. Penelitian dilakukan di Desa Nguwet, Kranggan, Temanggung, dengan ketinggian tempat 480 m dpl. Metode penelitian yang digunakan yaitu percobaan faktorial yang disusun menggunakan rancangan split-plot dengan petak utama berupa waktu tanam jagung dan anak petak berupa macam varietas kedelai. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA atau sidik ragam dengan taraf kepercayaan 1 % dan 5 %. Apabila menunjukkan hasil yang signifikan dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan waktu tanam jagung dalam sistem tumpangsari berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai, jumlah daun kedelai, jumlah daun jagung dan jumlah cabang produktif kedelai. Perbedaan varietas kedelai pada tumpangsari memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman kedelai, tinggi tanaman jagung, dan jumlah daun kedelai.
Downloads
References
Aisyah, Y., dan N. Herlina. 2018. Pengaruh jarak tanam tanaman jagung manis (Zea mays L.var. saccharata) pada tumpangsari dengan tiga varietas tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Produksi Tanaman. 6(1) : 66-75.
Bowles, T. M., Mooshammer, M., Socolar, Y., Calderón, F., Cavigelli, M. A., Culman, S. W., Deen, W., Drury, C. F., Garcia y Garcia, A., Gaudin, A. C. M., Harkcom, W. S., Lehman, R. M., Osborne, S. L., Robertson, G. P., Salerno, J., Schmer, M. R., Strock, J., and Grandy, A. S. 2020. Long-Term Evidence Shows that Crop-Rotation Diversification Increases Agricultural Resilience to Adverse Growing Conditions in North America. One Earth, 2(3), 284–293. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2020.02.007
Buntoro, B. H., R. Rogomulyo, dan S. Trisnowati. 2014. Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Temu Putih (Curcuma zedoaria L.). Jurnal Vegetalika. 3(4).
https://doi.org/10.22146/veg.5759
Farida, N., dan Wangiyana, W. 2023. Increasing Yield of Waxy Maize Following Paddy Rice Through Mycorrhiza-Biofertilization and Additive Tumpangsari With Several Rows of Peanut. AIP Conference Proceedings. 2583,020009. https://doi.org/10.1063/5.0116678
Handriawan, A., D.W. Respatie, dan Tohari. 2016. Pengaruh Intensitas Naungan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Meril) di Lahan Pasir Pantai Bugel Kulon Progo. Vegetalika. 5(3) : 1-14
Herlina. 2011. Kajian Variasi Jarak dan Waktu Tanam Jagung Manis dalam Sistem Tumpangsari Jagung Manis (Zea mays saccharate, Sturt) dan Kacang Tanah (Arachis hypogaea, L.) Artikel Program Pascasarjana Universitas Andalas, Padang
Ismaini L. 2015. Pengaruh Alelopati Tumbuhan Invasif (Clidemia hirta) terhadap Germinasi Biji Tumbuhan Asli (Impatiens platypetala). Proseding Seminar Nasional Masyarakat. Biodiversitas Indonesia. 1(4), 834-837.
Permanasari, I., dan D. Kastono. 2012. Pertumbuhan Tumpangsari Jagung Dan Kedelai Pada Perbedaan Waktu Tanam dan Pemangkasan Jagung. Jurnal Agroekoteknologi. 3(1) : 13-20
Permatasari, A. P. H. 2014. Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Berbasiskan Agroforestri Sengon. Penelitian Mandiri. Fakultas Pertanian. IPB, Bogor.
Stubbs, L. R., Singh, S., Wysocki, D., Heineck, G. C., Neely, H. L., and Singh, S. 2025. Improving sustainability of inland Pacific Northwest dryland agriculture systems with pea-canola intercropping: a review. Frontiers in Sustainable Food Systems. 9 (August).
https://doi.org/10.3389/fsufs.2025.1639908
Surtinah, Susi, N. dan S.U. Lestari. 2016. Optimasi Lahan dengan Sistem Tumpangsari Jagung Manis (Zea mayss saccharata, Sturt) dan Kangkung Sutra (Ipomea reptans) di Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Pertanian. 12(2):62-72
Wangiyana, W., Irwinsyah, L. R., Parawinata, and Kisman. 2020. Additive Intercropping with Legume Cropsincreases Waxy Maize Yield on Vertisol Riceland in Lombok, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences. 102(6): 57-64. https://doi.org/10.18551/rjoas.2020-06.07
Wardani F., Fitri, dan Dian L. 2016. Perkecambahan Biji Dictyoneura Acuminata Blume. pada Cahaya Merah dan Merah Jauh. Jurnal Hortikultura Indonesia. https://doi.org/10.29244/jhi.7.1.49-55.
Yang, X., Xiong, J., Du, T., Ju, X., Gan, Y., Li, S., Xia, L., Shen, Y., Pacenka, S., Steenhuis,T. S., Siddique, K. H. M., Kang, S., and Butterbach-Bahl, K. 2024. Diversifying crop rotation increases food production, reduces net greenhouse gas emissions and improves soil health. Nature Communications. 15(1). https://doi.org/10.1038/s41467-023-44464-9
Yuwariah, Y., Ruswandi, D., dan Irwan, A. W. 2018. Pengaruh Pola Tanam Tumpangsari Jagung dan Kedelai terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Hibrida dan Evaluasi Tumpangsari di Arjasari Kabupaten Bandung. Kultivasi. 16(3), 514–521. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v16i3.14377
Zakaria, F. 2016. Pola Tanam Tumpangsari Kedelai dan Jagung. Ideas Publishing. Gorontalo. 80h
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





