Neo-Domein Verklaring dalam Rezim Izin Usaha Pertambangan: Kritik Sejarah Hukum terhadap Penguasaan Tanah Adat di Indonesia

Authors

  • Sugananten Universitas Krisnadwipayana, Indonesia
  • Sri Mulyati Universitas Krisnadwipayana, Indonesia
  • Saefullah Universitas Krisnadwipayana, Indonesia

Keywords:

Domein Verklaring, Izin Usaha Pertambangan, Tanah Adat, Hak Ulayat, Investasi Negara

Abstract

Artikel ini mengkaji kesinambungan historis antara domein verklaring pada masa kolonial dan praktik kontemporer pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berimplikasi terhadap penguasaan tanah adat. Permasalahan penelitian berangkat dari ambivalensi hukum agraria Indonesia yang mengakui hak ulayat dan masyarakat hukum adat, tetapi masih memungkinkan mekanisme perizinan bekerja melalui logika administratif yang menempatkan negara sebagai penentu utama penggunaan tanah dan sumber daya alam. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan sejarah hukum, perundang-undangan, konseptual, dan politik hukum investasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun domein verklaring secara formal ditinggalkan setelah berlakunya UUPA 1960, logika penguasaannya masih terlihat dalam administrasi tanah adat yang belum memperoleh pengakuan formal. Dalam rezim IUP, perlindungan tanah adat dapat melemah ketika wilayah adat tidak tercatat dalam peta resmi, tidak diakui melalui produk hukum daerah, atau tidak dilibatkan secara bermakna dalam proses perizinan. Kebaruan artikel terletak pada konsep “neo-domein verklaring administratif”, yaitu pelemahan hak adat melalui izin, peta konsesi, sentralisasi kewenangan, dan narasi investasi. Artikel merekomendasikan rekonstruksi perizinan pertambangan berbasis keadilan agraria, pengakuan wilayah adat, konsultasi bermakna, dan audit izin yang bertumpang tindih dengan tanah adat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ayu, H. (2023). Dilema filosofis implementasi teori hukum: Problematika pemanfaatan hak milik tanah antara Suku Adat Amungme dengan PT Freeport Indonesia. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. https://www.academia.edu/download/101399619/880-Article_Text-2350-4-10-20230104.pdf

Bahari, S. (2025). Pengakuan negara atas hak ulayat dan masyarakat adat pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Majalah Hukum Nasional. https://mhn.bphn.go.id/index.php/MHN/article/view/1068

Blesia, J. U., Hatcher, P., & Ratuva, S. (2026). Predatory mining, conflict and political spaces: The case of Grasberg mine in West Papua. Society & Natural Resources. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/08941920.2025.2553355

Gaol, H. S. L., & Hartono, R. N. (2021). Political will pemerintah dan pembaharuan konsep pengelolaan hutan adat sebagai upaya penyelesaian konflik agraria. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan.

Großmann, K. (2024). Conflicting notions of land in Indonesia. Society & Natural Resources. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/08941920.2023.2223540

Hakim, A. L., Roestamy, M., Khairi, I., et al. (2025). Land tenure and agrarian justice in Indonesian special economic zones: A juridical-empirical study using regulatory impact assessment approach. F1000Research. https://f1000research.com/articles/14-1190

Hamdhani, A. F., & Hadiyantina, S. (2025). Tanah untuk pasar: Neoliberalisme hukum dalam reforma agraria rezim Joko Widodo. Tunas Agraria. http://www.jurnaltunasagraria.stpn.ac.id/index.php/JTA/article/view/405

Hasanah, A. U., Fahmi, R. F. M., Andiatna, N. B., et al. (2026). Pengakuan hak ulayat Tanah Baduy dalam lintasan sejarah: Kolonialisme (Agrarische Wet) menuju kebijakan perda. Jurnal Artefak. https://jurnal.unigal.ac.id/artefak/article/view/22439

Herdiyanti, H., Suyanto, B., & Mas’udah, S. (2026). Social capital and ecological transformation in post-mining land restoration in Indonesia. Ambio. https://link.springer.com/article/10.1007/s13280-025-02223-8

Karso, A. J. (2025). Natural resources governance and the vulnerability of indigenous communities in Indonesia. Frontiers in Political Science. https://www.frontiersin.org/journals/political-science/articles/10.3389/fpos.2025.1601480/full

Khusaini, M., Parmawati, R., Sianipar, C. P. M., Ciptadi, G., et al. (2024). Natural water sources and small-scale non-artisanal andesite mining: Scenario analysis of post-mining land interventions using system dynamics. Water, 16(17), 2536. Tautan: https://www.mdpi.com/2073-4441/16/17/2536

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 18 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penatausahaan Tanah Ulayat Kesatuan Masyarakat Hukum Adat.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.32/Menlhk-Setjen/2015 tentang Hutan Hak.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Putrazta, S. A., Putra, M. A. P., & Amelia, N. P. (2025). Land grabbing potential: Land bank policy towards land rights of Indonesian indigenous people. Journal of Constitutional and Governance Studies. https://journal.uii.ac.id/JCGS/article/view/33420

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 tentang pengujian Undang-Undang Kehutanan terkait hutan adat.

Safitri, M. A. (2017). Dividing the land: Legal gaps in the recognition of customary land in Indonesian forest areas. Kasarinlan: Philippine Journal of Third World Studies. https://www.academia.edu/download/82682272/5114.pdf

Sakmaf, M. S., Handayani, I. G. A. K. R., et al. (2026). Special autonomy and protection of customary land rights in West Papua: Promise or illusion? Petita: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah. https://petita.ar-raniry.ac.id/index.php/petita/article/view/1000

Sati, D. (2019). Politik hukum di kawasan hutan dan lahan bagi masyarakat hukum adat. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia. https://jhli.icel.or.id/jhli/article/view/94

Sembiring, J. (2018). Dinamika pengaturan dan permasalahan tanah ulayat. http://repository.stpn.ac.id/463/1/Dinamika-Pengaturan-dan-Permasalahan-Tanah-Ulayat-1-dikompresi.pdf

Sembiring, J., Subekti, R., & Candrakirana, R. (2026). Legal politics of the recognition of indigenous customary land rights in West Papua after the Constitutional Court ruling on customary forests. Asian Journal of Social and Humanities. https://ajosh.org/jsh/article/view/727

Seymour, F. J., Aurora, L., & Arif, J. (2020). The jurisdictional approach in Indonesia: Incentives, actions, and facilitating connections. Frontiers in Forests and Global Change. https://www.frontiersin.org/journals/forests-and-global-change/articles/10.3389/ffgc.2020.503326/full

Sukarman, H., & Prasetiya, W. S. (2021). Degradasi keadilan agraria dalam Omnibus Law. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi. https://jurnal.unigal.ac.id/galuhjustisi/article/view/4806

Sukirno, S. (2019). Rekonstruksi regulasi untuk akselerasi penetapan hutan adat. Jurnal Hukum Progresif. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/hukum_progresif/article/view/23614

Tohirin, A., Febrianti, E., Rahmawati, A., Iswari, R. D., et al. (2026). The state at a crossroads: Legal pluralism in Indonesia’s indigenous peoples’ agrarian conflicts. F1000Research. https://f1000research.com/articles/15-154

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Waeno, M., & Nugraha, B. S. (2025). Decentralisation in regional governance law: The paradox and non-functionality of indigenous rights and environmental protection in Indonesia. Journal of Law, Environmental and Justice. https://journal.iueam.org/index.php/JLEJ/article/view/211

Wicaksono, S., Bagas, B., & Reyhansyah, A. (2024). Penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan di Indonesia: Kajian politik hukum. Dialogia Iuridica. https://journal.maranatha.edu/index.php/dialogia/article/view/9993

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Sugananten, S., Mulyati, S., & Saefullah, S. (2026). Neo-Domein Verklaring dalam Rezim Izin Usaha Pertambangan: Kritik Sejarah Hukum terhadap Penguasaan Tanah Adat di Indonesia. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(8), 3435–3443. Retrieved from https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/armada/article/view/3147