Motif Sosial dalam Pelestarian B Motif Sosial dalam Pelestarian Budaya dan Lingkungan melalui Literasi Wayang Botol pada Komunitas Sekolah Pedalangan Wayang Sasak Lombok
Keywords:
Motif Sosial, Literasi Wayang Botol, Wayang Sasak, Pelestarian Budaya, Pendidikan Lingkungan, Partisipasi KomunitasAbstract
Penelitian ini menegaskan bahwa gerakan literasi Wayang Botol yang digagas oleh Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) merupakan praktik sosial-budaya yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan pelestarian tradisi lokal. Temuan penelitian mengidentifikasi empat motif sosial utama: kepekaan terhadap isu lingkungan dan krisis sampah, pelestarian budaya lokal dan identitas komunitas, solidaritas sosial serta kesadaran kolektif, dan inovasi dalam media kreatif untuk menghadapi tantangan zaman. Kontribusi SPWS tercermin dalam tiga dimensi: revitalisasi seni pedalangan yang adaptif, pendidikan ekologi berbasis komunitas, dan penguatan solidaritas sosial melalui partisipasi publik dalam seni pertunjukan. Temuan ini memperkuat literatur bahwa seni berbasis budaya lokal dapat berfungsi sebagai agen perubahan sosial-lingkungan sekaligus memperkokoh identitas komunitas.
Downloads
References
Agustini, R., & Purwanto, H. (2022). Wayang sebagai Media Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di Era Digital. Jurnal Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan, 9(2), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpsbk.v9i2.4455
Aini, Q., Munandar, A., & Ramadhan, F. (2023). Literasi Budaya dan Kewarganegaraan dalam Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1), 112–125. https://doi.org/10.23887/jish.v12i1.5533
Ardiansyah, M., & Wahyudi, I. (2024). Revitalisasi Seni Tradisional melalui Inovasi Media sebagai Strategi Pelestarian Warisan Budaya. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 21–36.
Ardiyansyah, T., Mulyadi, S., & Iskandar, R. (2023). Pendidikan Ekologi Berbasis Kearifan Lokal: Studi pada Komunitas Adat di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Pendidikan Lingkungan Hidup, 14(2), 87–102.
Bhattacharya, S., & Dey, A. (2022). Community-Based Approaches to Plastic Waste Management: Art and Culture as Agents of Social Transformation. Journal of Environmental Management, 310, 114782. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.114782
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2022). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Darmawan, D., & Sujana, I. (2021). Pelestarian Wayang Sasak sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kajian Budaya dan Seni, 4(1), 33–48.
Dewi, S. R., & Hidayat, A. (2023). Gerakan Sosial Berbasis Budaya sebagai Respons terhadap Krisis Lingkungan: Tinjauan Sosiologi. Jurnal Sosiologi Reflektif, 18(1), 55–72.
Fajriyah, N., & Susanto, B. (2022). Wayang Golek Berbahan Limbah sebagai Ekspresi Kritik Lingkungan: Studi Etnografi Komunikasi di Bogor. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 6(2), 98–115.
Farid, M. (2024). Dakwah Ekologis melalui Seni Pertunjukan Tradisional di Indonesia. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 41–56. https://doi.org/10.24042/atjpi.v15i1.8761
Fitrianti, L., & Andriani, W. (2024). Transformasi Wayang sebagai Media Edukasi Lingkungan bagi Generasi Muda. Jurnal Pendidikan Non Formal, 11(3), 201–218.
Hamdi, S., & Lubis, Z. (2021). Penyebaran Islam dan Tradisi Wayang Sasak di Lombok: Perspektif Sejarah dan Budaya. Jurnal Lektur Keagamaan, 19(1), 75–96. https://doi.org/10.31291/jlk.v19i1.861
Handayani, T., & Wulandari, R. (2023). Solidaritas Sosial dalam Komunitas Seni Pertunjukan Berbasis Lingkungan. Jurnal Sosial Budaya, 20(2), 145–162.
Hardiansyah, F., & Maulana, A. (2024). Partisipasi Publik dalam Seni Budaya sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Sosial, 9(1), 67–80.
Jasmine, I., & Trinugraha, Y. H. (2024). The Social Movement of the Wayang Sampah Association in Raising Community Environmental Awareness. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 1–18. https://doi.org/10.31315/jik.v22i1.10342
Karsono, K., Maulida, R., Santosa, A., & Wijayanti, D. (2024). Fostering Environmental Awareness through Ecological Art to Enhance Creativity in Primary School Students. Jurnal Pendidikan Seni dan Kreativitas, 5(1), 88–103.
Kurniawan, E., & Saputra, I. (2023). Inovasi Seni Pedalangan Kontemporer sebagai Refleksi Isu Sosial-Lingkungan: Kasus Wayang Kota Yogyakarta. Jurnal Kajian Seni, 9(2), 112–130. https://doi.org/10.22146/jks.v9i2.78923
Latif, A. (2021). Nilai-Nilai Pluralisme dalam Pertunjukan Wayang Sasak. Jurnal Penelitian Keislaman, 17(1), 23–40. https://doi.org/10.20414/jpk.v17i1.3321
Mahsun, M., & Habibi, M. (2022). Wayang Sasak dan Serat Menak: Kontinuitas Tradisi Lisan dalam Komunitas Muslim Lombok. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 14(2), 201–218.
Mulyono, D., Hufad, A., & Wahyudin, U. (2024). Literacy Festival Program as a Means of Ecology Education for Society. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 73–84. https://doi.org/10.21831/jppm.v11i1.62158
Nugroho, B. (2023). Partisipasi Publik Berbasis Media Budaya sebagai Strategi Penguatan Kesadaran Lingkungan Komunitas. Jurnal Ekologi Masyarakat, 7(3), 145–162.
Prastowo, A., & Cahyono, H. (2023). Fenomenologi Hermeneutik dalam Penelitian Sosial Budaya: Tinjauan Metodologi. Jurnal Metodologi Penelitian Sosial, 8(1), 1–20.
Rahayu, S., & Nugraha, D. (2022). Environmental Literacy of Indigenous Communities and Urban Communities on Lombok Island. Indonesian Journal of Environmental Science, 14(3), 155–172.
Rijal, S., & Purnama, A. (2023). Motif Sosial dalam Gerakan Pelestarian Lingkungan Berbasis Komunitas Adat. Jurnal Sosiologi Indonesia, 13(2), 89–106.
Saidin, S., Haron, Z., Yunus, M. N. M., & Khalid, M. F. (2023). Community Participation in the Importance of Living Heritage Conservation and Its Relationships with the Community-Based Education Model towards Creating a Sustainable Community. Sustainability, 15(3), 1935. https://doi.org/10.3390/su15031935
Santoso, H., Wibowo, A., & Pratiwi, D. (2024). Wayang Botol sebagai Media Kampanye Lingkungan untuk Anak-Anak: Studi Kasus di Lombok. Jurnal Ilmu Komunikasi Lingkungan, 6(1), 34–51.
Setiawan, B., & Mardiana, T. (2022). Intangible Cultural Heritage sebagai Instrumen Pendidikan: Teori dan Praktik di Asia Tenggara. Jurnal Pendidikan Warisan Budaya, 3(2), 55–74.
Sulistyo, E., & Rahman, A. (2024). Seni Ekologis dan Pemberdayaan Komunitas: Model Integrasi Budaya Lokal dalam Pendidikan Lingkungan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 77–92.
Supriadi, D., & Fauzi, N. (2023). Dampak Krisis Sampah terhadap Ekosistem Pesisir di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Lingkungan Hidup Indonesia, 12(2), 101–116.
UNESCO. (2021). Living Heritage and Sustainable Development: New Perspectives for the 21st Century. UNESCO Publishing.
UNESCO. (2022). Culture as a Driver of Sustainable Development: From Theory to Practice. UNESCO Publishing.
UNESCO. (2024). Addressing Environmental Challenges with Living Heritage. UNESCO Publishing.
Wahyuni, S., & Hidayatullah, M. (2023). Literasi Lingkungan Berbasis Komunitas: Pendekatan Budaya untuk Meningkatkan Kesadaran Ekologis. Jurnal Pendidikan Lingkungan, 16(2), 133–148.
Waluya, B., Malihah, E., Ruhimat, M., & Wiyanarti, E. (2023). Cultural Ecology and Environmental Education: Lesson Learned from Baduy Indigenous Community. Indonesian Journal of Geography, 55(1), 88–100. https://doi.org/10.22146/ijg.v55i1.76420
Wiratama, A., & Setiadi, D. (2024). Inovasi Media Pertunjukan Wayang sebagai Respons terhadap Perubahan Sosial Budaya Kontemporer. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 11(1), 45–62.
Yuliani, R., & Saputra, M. (2022). Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan Tradisional: Peluang dan Tantangan. Jurnal Hubungan Internasional, 15(2), 211–228.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





