Mengungkap Pengalaman Budaya Hustle dan Toxic Productivity: Studi Fenomenologi Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
DOI:
https://doi.org/10.55681/swarna.v5i9.4327Keywords:
Hustle Culture, Mahasiswa, Studi Fenomenologi, Toxic ProductivityAbstract
Budaya hustle telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat usia produktif, termasuk mahasiswa, dan tidak jarang memunculkan toxic productivity. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman budaya hustle dan toxic productivity pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya hustle telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Budaya tersebut terbentuk karena adanya keinginan untuk mengaktualisasikan diri, lingkungan kampus yang memfasilitasi mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan, serta dorongan untuk memenuhi ekspektasi diri sendiri dan orang lain. Budaya hustle kemudian berkontribusi terhadap munculnya toxic productivity yang ditandai oleh perasaan bersalah dan menyesal ketika individu tidak melakukan aktivitas produktif. Pada informan tertentu, toxic productivity berkembang menjadi perilaku sickness presenteeism yang ekstrem, ketika individu tetap memilih menyelesaikan agenda organisasi meskipun kondisi kesehatan memerlukan tirah baring di rumah sakit. Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan untuk terus produktif dapat memengaruhi cara mahasiswa merespons kebutuhan kesehatan dan waktu istirahat.
Downloads
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Syakir Media Press.
Anggraini, M. (2025). Perilaku slow living gen z dalam perspektif etika bisnis islam. TANMIYA: Journal of Sharia Management, 1(2), 37–58. https://doi.org/https://ejournal.iaiku.ac.id/index.php/Tanmiya/article/view/468
Aprina, F. H., Amelia, S., Marpaung, A. M., Dewindaru, D., & Sholihah, L. (2026). DISKURSUS HUSTLE CULTURE DAN EKSPLOITASI KELAS PEKERJA: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP KOMUNIKASI BISNIS DAN DAMPAK KESEHATAN MENTAL PEGAWAI AGENSI DI JAKARTA SELATAN. Governance, 13(3). https://doi.org/https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i3.849
Bancin, E. S., Aslami, N., & Silalahi, P. R. (2025). Pengaruh self-management dan motivasi terhadap tingkat stres mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir (Studi kasus mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU). Journal of Economics and Management Sciences, 7(4), 537–547. https://doi.org/10.37034/jems.v7i4.185
Curran, T., & Hill, A. P. (2019). Perfectionism is increasing over time: A meta-analysis of birth cohort differences from 1989 to 2016. Psychological Bulletin, 145(4), 410–429. https://doi.org/10.1037/bul0000138
Fadli, M. (2024). Metode penelitian kombinasi (mixed method). CV. Gita Lentera.
Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202
Festinger, L. (1957). A theory of cognitive dissonance. Stanford University Press.
Fikri, M. H., Murhayati, S., & Darmawan, R. (2025). Kebebasan data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 13060–13064. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27042
Fredlina, S. F. (2025). The gilded cage: Sebuah tinjauan kritis atas dampak toxic productivity terhadap kesehatan mental dan konsep kesuksesan karier generasi Milenial-Z. Jurnal Muria Research Guidance and Counseling, 4(2), 161–179. https://doi.org/10.24176/mrgc.v4i2.15887
Habibah, S., & Anshori, I. (2026). Identitas Ekonomi Generasi Z Melalui Fenomena Side Hustle Culture Pada Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 11290–11297. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2932
Human-Vogel, S., & Rabe, P. (2015). Measuring self-differentiation and academic commitment in university students: A case study of education and engineering students. South African Journal of Psychology, 45(1), 60–70. https://doi.org/10.1177/0081246314548808
Khairunnisah, Marsofiyati, & Utari, E. D. (2025). Literatur review: Pengaruh strategi coping dalam mengatasi burnout akademik mahasiswa. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 5(2), 131–138. https://doi.org/10.51878/academia.v5i2.4970
Kusumaningrum, R. I., Setyaningtyas, A. S., & Sijabat, R. (2026). Menghadapi rasa takut tertinggal: Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan mahasiswa. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 3(1), 1278–1281. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i1.8128
Lestari, I. D., Anggita, A. E., Emilia, W., Netriwati, & Nendra, F. (2026). Pengaruh refleksi diri kritis terhadap kesiapan mengajar mahasiswa calon guru melalui pengalaman observasi sekolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1). https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.44107
Mappasere, S. A., & Suyuti, N. (2019). Metode penelitian sosial. Gawe Buku.
Nasution, I. S. (2024). Analisis Dampak Fear Of Missing Out ( Fomo ) dan Implikasinya Terhadap Konseling Kelompok dengan Pendekatan Solution Focused Brief Therapy. 5(1), 31–38.
Noviyanti, D., & Nastiti, D. (2026). Pengaruh regulasi diri dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktif organisasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 6(1), 658–674. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v6i1.10212
Nuryana, A., Pawito, & Utari, P. (2019). Pengantar metode penelitian kepada suatu pengertian yang mendalam mengenai konsep fenomenologi. Ensains, 2(1), 19–24. https://doi.org/10.31848/ensains.v2i1.148
Putranto, G. M. (2026). Hubungan stres kerja dan dukungan sosial dengan work-life balance pada pekerja industri pakan ternak. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 4(2), 33–40. https://doi.org/10.47861/tuturan.v4i2.2156
Putri, E. R. (2022). The impact of hustle social culture on employees’ mental health and work-life balance in the millennial generation. Institut Teknologi Bandung.
Ridho, M. R., & Neviyarni. (2026). Rasionalisasi dan perubahan sikap pada pengguna media sosial: Kajian berdasarkan teori disonansi kognitif Festinger 1957. Jurnal Pengembangan Kesehatan Dan Kebugaran Masyarakat, 10(1). https://journal.fexaria.com/j/index.php/jpkkm/article/view/835
Safitri, A., Rahmatia, S., Diah, N., & Aini, T. N. (2025). Hustle culture among Gen Z university student: Between ambition and burnout. Proceeding International Symposium on Global Education, Psychology, and Cultural Synergy, 2(1), 444–449. https://doi.org/10.30651/psychoseries.v1i1.28735
Sakir, I. M. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Mixed Method. Filosofis Indonesia Press.
Sofwatillah, Risnita, Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Tehnik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif dalam Penelitian Ilmiah. Jurnal Genta Mulita, 15(2), 79–91.
Tsabita, A., Febriyanti, F., Komariah, S., & Wahyuni, S. (2023). Tren toxic productivity sebagai gejala terjadinya burnout syndrome terhadap prestasi akademik pada remaja rentang usia 18-23 tahun di Kota Bandung. Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(4), 495–502. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i4.2774
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ayla Azzura Patria, Muyasyaroh, Vantha Khaira Amalya, Muhammad Fakhri Faturrohman, Fasya Al Alina, Dinda Nasywa Zhafirah, Luh De Rat Yuningsih, Gede Pramana Dickpala Sandi, Muhammad Fikhar Ajis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








