Penguatan Kesiapsiagaan Kader Siaga Bencana melalui Sistem Bank Darah Berbasis Teknologi di Desa Selok Awar-Awar Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.55681/swarna.v5i9.4247Keywords:
Donor Darah, Kesiapsiagaan Bencana, Kader Kesehatan, E-Katalog, Teknologi Bank DarahAbstract
Kesiapsiagaan kesehatan berbasis masyarakat diperlukan pada wilayah yang memiliki risiko bencana dan berpotensi mengalami gangguan akses pelayanan kesehatan serta distribusi darah. Desa Selok Awar-Awar Kabupaten Lumajang memiliki kerentanan terhadap erupsi Gunung Semeru dan ancaman bencana pesisir. Kondisi awal menunjukkan belum tersedianya sistem donor darah siaga berbasis masyarakat, database pendonor, mekanisme donor siap panggil, dan alur rujukan transfusi pada kondisi bencana. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader siaga bencana melalui edukasi donor darah, pelatihan dukungan transfusi darurat, penerapan teknologi sederhana, serta pendampingan dan simulasi. Metode kegiatan meliputi koordinasi dan sosialisasi, pelatihan, pengembangan E-Katalog “Pendonor Siaga Desa”, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. E-Katalog dikembangkan dalam bentuk database digital sederhana yang memuat identitas pendonor, golongan darah, kontak, lokasi, dan status kesiapan donor dengan kapasitas awal sekitar 200 pendonor. Hasil kegiatan berupa terbentuknya sistem donor darah siaga berbasis komunitas, tersedianya database digital pendonor, tersusunnya alur koordinasi donor dan rujukan kesehatan, serta terlaksananya pendampingan dan simulasi tanggap darurat. Program ini memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui integrasi kapasitas kader dan teknologi sederhana dalam mendukung koordinasi donor darah pada kondisi bencana.
Downloads
References
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil risiko bencana Kabupaten Lumajang tahun 2024. Lumajang: BPBD Kabupaten Lumajang.
Basri, M. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan donor darah rutin pada masyarakat perkotaan. Jurnal Teknologi Bank Darah Indonesia, 3(2), 45–53.
International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. (2020). World disasters report: Come heat or high water. Geneva: IFRC.
Ibrahim, H., Yusuf, R., & Mahendra, A. (2025). Pengaruh edukasi donor darah terhadap peningkatan partisipasi donor sukarela masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 55–63.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2021). Pedoman desa tangguh bencana. Jakarta: Kemendesa PDTT.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional pelayanan transfusi darah. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dalam kesiapsiagaan bencana. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Palang Merah Indonesia. (2023). Pedoman kesiapsiagaan donor darah dalam situasi darurat dan bencana. Jakarta: PMI.
Rahman, A., & Nurdin, M. (2022). Community preparedness and emergency response system in disaster-prone rural areas. International Journal of Disaster Management, 5(2), 101–109.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. Geneva: UNDRR.
World Health Organization. (2012). Blood donor selection: Guidelines on assessing donor suitability for blood donation. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2019). Health emergency and disaster risk management framework. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). Maintaining a safe and adequate blood supply during pandemic outbreaks and emergencies. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yustisia Amalia, Lentera Afrida Kusumawardani, Sasi Widuri, Muhammad Yustino Aribawa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








