Paradoks Standarisasi Penilaian Kinerja Guru di Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal): Problematika Struktural dan Kesenjangan Digitalisasi di Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.55681/armada.v4i5.2285Keywords:
Penilaian Kinerja Guru, Wilayah 3T, Kesenjangan Digital, Kebijakan Pendidikan, Sulawesi SelatanAbstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi paradoks yang muncul dari penerapan standar penilaian kinerja guru yang seragam di wilayah 3T Sulawesi Selatan, memetakan problematika struktural yang melatarbelakangi inefektivitasnya, serta menganalisis peran kesenjangan digitalisasi sebagai faktor penjelas yang memediasi antara kebijakan standarisasi dan kapasitas implementasi di lapangan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem Penilaian Kinerja Guru (PKG) berbasis Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan e-Kinerja BKN menciptakan regulasi yang merugikan guru di wilayah 3T, di mana 65% sekolah tidak memiliki akses internet dan 35% tidak memiliki listrik memadai. Problematika struktural mencakup distribusi guru yang tidak merata, rendahnya kesejahteraan, minimnya pelatihan profesional, dan lemahnya koordinasi kebijakan antara pusat dan daerah. Kesenjangan digitalisasi terbukti menjadi mediator kritis yang memperlebar jarak antara desain kebijakan nasional dan realitas implementasi lokal. Penelitian ini merekomendasikan desain PKG berbasis track paralel, percepatan infrastruktur digital, pendekatan place based policy, serta insentif substansial bagi guru di wilayah 3T.
Downloads
References
Adedeji, S. O., & Mocker, O. (2011). Teacher motivation and incentives in sub-saharan Africa and Asia. University of Ilorin.
Aripi, A., Supriatna, A., & Pramono, B. (2022). The impact of digital learning policies on educational equity in rural Indonesian schools. International Journal of Education and E-Learning Policy and Administration, 3(1), 45–62.
Azis, A., Wahyudi, W., & Pratiwi, D. (2024). Beban kerja digital guru ASN dalam pengelolaan kinerja berbasis platform Merdeka Mengajar: Survei nasional 27 provinsi. Jurnal Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, 11(2), 89–108.
Azis, F., et al. (2024). Survei pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru. Aspirasi: Jurnal DPR RI, 15(2).
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Selatan. (2026, April). Redistribusi 314 guru Sulsel. Sulselsatu.com.
Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Selatan. (2026). Surat edaran redistribusi guru ASN pada satuan pendidikan. BKD Sulsel.
Badan Pusat Statistik. (2023). Persentase rumah tangga yang pernah mengakses internet dalam 3 bulan terakhir menurut provinsi. BPS RI.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik telekomunikasi Indonesia 2023: Persentase rumah tangga yang mengakses internet. BPS RI.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2024). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Selatan tahun 2024 mencapai 75,18. BPS Sulsel.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2025). Statistik pendidikan provinsi Sulawesi Selatan 2024. BPS Sulsel.
Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. (2024). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan 2024. BPS Sulsel.
Badaruddin, B., Ridwan, R., & Mustari, M. (2025). Dampak kesenjangan digital terhadap pemerataan akses dan kualitas pendidikan di wilayah 3T Indonesia: Analisis kuantitatif berbasis data BPS. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi, 12(1), 34–58.
Badaruddin, M., Atikah, Muhardi, F. K., & Jofanda, H. (2025). Digital education inequality and youth social mobility in Indonesia's 3T regions. Perspectives on Advanced New Generations of Global and Local Economic Horizons, 1(2), 31–41.
Burhan & Busnawir. (2025). Kebijakan pemerataan guru dan kualitas pendidikan di daerah terpencil. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 11(1), 253–263.
Cahyono, B., Widodo, A., & Nurhasanah, N. (2025). Tantangan pemerataan pendidikan di wilayah 3T Indonesia: Analisis periode 2020–2025. Jurnal Pendidikan Nasional, 14(1), 23–48.
Cahyono, et al. (2025). Tantangan pemerataan pendidikan di wilayah 3T: Tinjauan semi-sistematis 2020–2025. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
Dewi, D. A. P., Syamsinar, T., Sagita, W. R., & Jeni, F. (2025). Tantangan profesionalisme guru di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar): Kajian literatur terhadap ketimpangan pendidikan. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(4), 83–95.
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. (2025). Pemetaan sekolah SMA sederajat di wilayah 3T Sulawesi Selatan. Dinas Pendidikan Sulsel.
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. (2025, November). Pemerintah Sulsel fokus distribusi guru PPPK ke sekolah 3T. Eranesia.
Fadhli, M., Sirait, E., & Rahayu, T. (2026). Data-driven performance management for teachers in Indonesia: A comparative analysis of digital and traditional approaches. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 10(1), 12–30.
Fadhli, et al. (2026). A phased model for data-driven teacher performance management transformation. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 18(1), 1164–1176.
Farhatin, F. (2025). Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 3(6), 1494–1502.
Farhatin, F. (2025). Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar): Systematic literature review. Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat, 8(1).
Gaduh, A., Pradhan, M., Priebe, J., & Susanti, D. (2020). Scores, camera, action? Incentivizing teachers in remote areas. RISE Working Paper 20/035. SMERU Research Institute.
Jahudin, A. A., Supadi, S., Kamaludin, K., & Mayasari, L. I. (2025). Tren dan tantangan pemerataan guru pada daerah 3T di Indonesia: Narrative literature review 2015–2025. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 3(1), 43–50.
Kadir, W. S., & Wibowo, U. B. (2024). Balancing the scales: Achieving equitable teacher distribution in Wajo regency's elementary schools. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(2), 2558–2570.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2024). Pengelolaan kinerja guru 2025: Lebih mudah, bermakna, dan bermutu untuk semua. Kemendikdasmen.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Surat edaran bersama Nomor 17/2023 dan Nomor 9/2023 tentang sistem informasi pengelolaan kinerja ASN guru. Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Januari 2024: Fitur pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah terintegrasi dengan e-Kinerja Badan Kepegawaian Negara. Kemendikbudristek.
Munir, M., Abdullah, A., & Saleh, R. (2025). Kesenjangan pendidikan di Sulawesi Selatan: Analisis fenomena struktural dan rekomendasi place-based policy. Jurnal Kebijakan Pendidikan dan Sosial, 9(2), 112–138.
Munir, et al. (2025). Dinamika kesenjangan pendidikan di Sulawesi Selatan 2019–2024 dari perspektif lama sekolah. Sipakainge: Jurnal Penelitian Sosial, 3(2).
Nakula, N. (2024). Kesenjangan akses pendidikan digital di daerah 3T dan implikasinya terhadap pemerataan pendidikan. Mudarissuna, 14(1), 45–60.
Nanda, R., Priyanto, D., & Sari, W. (2023). Implementasi Platform Merdeka Mengajar di sekolah terpencil: Studi kasus SMPN Satu Atap Mentaya Hulu. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 10(3), 201–218.
Nanda, et al. (2023). Problematika penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada guru di daerah terpencil. Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 8(2), 103–112.
Pagucia, P., & Hernandez, R. (2025). Regulatory paradox in early childhood education: When national quality standards collide with local institutional capacity in remote areas. International Journal of Educational Policy and Leadership, 18(1), 77–94.
Pagucia, H., & Hernandez, J. (2025). Developing inclusive and sustainable professionalism among early childhood education teachers in remote areas: A literature review. EAI Proceedings.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. (2009). Kementerian PAN-RB.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Lembaran Negara Republik Indonesia.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194.
Rahmawati, A. P. (2022). Sistem Pemerataan Guru Nasional (SPGN) sebagai sistem penyebaran guru untuk mengatasi ketimpangan pendidikan di daerah 3T. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 5(2), 293–300.
Roen, M., Mappalotteng, A. M., & Anwar, M. (2024). Studi diagnostik implementasi asesmen guru di sekolah-sekolah terpencil Sulawesi Selatan: Antara efikasi diri dan praktik nyata. Jurnal Pendidikan Sulawesi, 8(1), 45–67.
Roen, K., et al. (2024). Teacher efficacy and diagnostic assessment in remote Indonesian schools in South Sulawesi. Journal of Education and Learning, 13(1).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanto, A., Diana, S., Mumtahanah, H. A., Wahyudin, W., Mulyani, D. T., & Alandes, P. (2025). Peningkatan kualitas guru di Indonesia: Tantangan dan upaya pemecahannya melalui kebijakan. Hijri: Jurnal Manajemen Kependidikan dan Keislaman, 14(1), 166–176.
Ulfah, N., & Rahmawati, D. (2026). Transformasi digital pendidikan dasar dan disparitas layanan di Indonesia sistematik literature review terhadap kebijakan dan implementasi. Edutech, 25(1), 12–25.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (2005). Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2021). Startling digital divides in distance learning emerge. UNESCO.
Widodo, H., Ardianto, D., & Putri, R. (2025). Dinamika kesenjangan pendidikan di Sulawesi Selatan periode 2019–2024: Analisis spasial dan implikasi kebijakan. Jurnal Pengembangan Pendidikan Wilayah Indonesia, 7(1), 89–115.
Wika, M. (2025). Antara komitmen dan realita: Studi kualitatif terhadap kebijakan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil Merauke. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(1), 89–96.
World Bank. (2023). Improving education quality in Indonesia's poor, rural, and remote areas: Evaluation of the KIAT Guru program. World Bank Group.
World Bank. (2023). Meningkatkan hasil belajar melalui akuntabilitas sosial dan pembayaran berbasis kinerja di Indonesia (KIAT Guru). World Bank Group.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





