Usaha Pengembangan Noken Dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Pada Suku Mee di Distrik Mapia Barat Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua

Authors

  • Theresia Tebai Program Studi Magister Sosiologi, Jurusan Sosiologi Pembangunan, Universitas Cendrawasih, Indonesia
  • Albertina Nasri Lobo Program Studi Magister Sosiologi, Jurusan Sosiologi Pembangunan, Universitas Cendrawasih, Indonesia
  • Sitorus Program Studi Magister Sosiologi, Jurusan Sosiologi Pembangunan, Universitas Cendrawasih, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i5.1962

Keywords:

Noken, Ekonomi Lokal, Pemberdayaan, Pemasaran, Suku Mee

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan noken dalam meningkatkan ekonomi lokal masyarakat Suku Mee di Distrik Mapia Barat, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. Noken tidak hanya merupakan kerajinan tradisional, tetapi juga simbol budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan noken belum optimal karena sistem pemasaran yang masih tradisional, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, minimnya modal, serta lemahnya dukungan kelembagaan. Selain itu, intervensi pemerintah masih terbatas dan belum berkelanjutan. Namun, noken memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika didukung dengan strategi terpadu seperti pemasaran digital, inovasi produk, dan penguatan kelembagaan lokal. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aageson, T. H. (2012). Cultural industries and local economic development in indigenous communities. International Journal of Cultural Policy, 18(2), 145–160. https://doi.org/10.1080/10286632.2011.561335

Bebbington, A., Dharmawan, L., Fahmi, E., & Guggenheim, S. (2006). Local capacity, village governance, and the political economy of rural development in Indonesia. World Development, 34(11), 1958–1976. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2005.11.025

Blakely, E. J., & Bradshaw, T. K. (2013). Planning local economic development: Theory and practice (4th ed.). Sage Publications.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Cunningham, S. (2010). Creative industries and local development in emerging economies. Creative Industries Journal, 3(1), 45–56. https://doi.org/10.1386/cij.3.1.45_1

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage handbook of qualitative research (5th ed.). Sage Publications.

Duxbury, N., Garrett-Petts, W. F., & MacLennan, D. (2015). Cultural mapping as cultural inquiry. Routledge Studies in Culture and Sustainable Development, 7(3), 98–112. https://doi.org/10.4324/9781315777122

Faggian, A., & Santini, I. (2019). Human capital and regional development. Regional Studies, 53(1), 1–12. https://doi.org/10.1080/00343404.2018.1524130

Hadi, S. (2019). Pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 20(1), 45–58.

Haryanto, J. T. (2014). Kearifan lokal pendukung kerukunan beragama pada komunitas Tengger Malang Jatim. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 21(2), 201–213. https://doi.org/10.18784/analisa.v21i02.11

Hidayat, R., & Nugroho, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 210–222.

Howkins, J. (2013). The creative economy and the future of employment. Creative Economy Journal, 5(2), 87–99. https://doi.org/10.1080/08935696.2013.819660

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2019). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. Wiley.

Kurniawan, B. (2021). Strategi pemasaran produk lokal berbasis digital. Jurnal Manajemen Bisnis, 18(3), 145–156.

Lestari, P., & Ardiansyah, F. (2021). Community empowerment through local handicraft development in eastern Indonesia. Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities, 11(2), 121–134. https://doi.org/10.14203/jissh.v11i2.177

Mawardi, M. (2020). Pengembangan ekonomi lokal berbasis budaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 21(1), 55–68. https://doi.org/10.23917/jep.v21i1.10245

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Noya, A., & Clarence, E. (2007). Community capacity building and local development. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264039888-en

Nugroho, R. (2020). Kebijakan publik dalam pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 33–47.

Pekei, T. (2011). Cermin noken Papua: Perspektif budaya dan ekonomi masyarakat Papua. Papua Press.

Purnomo, B. R. (2016). Ekonomi kreatif pilar pembangunan Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 19(1), 15–25. https://doi.org/10.24914/jeb.v19i1.481

Putra, I. G. N., & Dewi, A. A. (2022). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Jurnal Ekonomi Kreatif, 7(1), 1–12.

Raharjo, S. T. (2018). Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial. Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(2), 120–135.

Raharjo, T. (2018). Strategi pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, 3(2), 45–57. https://doi.org/10.30596/jkekp.v3i2.2114

Scott, A. J. (2010). Cultural economy and the creative field of the city. Geografiska Annaler: Series B, Human Geography, 92(2), 115–130. https://doi.org/10.1111/j.1468-0467.2010.00337.x

Setiawan, I. (2019). Pemberdayaan perempuan melalui industri kerajinan lokal di wilayah timur Indonesia. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 33–47. https://doi.org/10.21067/jpm.v4i1.3502

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suryana. (2013). Ekonomi kreatif, ekonomi baru: Mengubah ide dan menciptakan peluang. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(2), 1–15. https://doi.org/10.14710/jab.v7i2.1024

UNESCO. (2012). Traditional woven bag of Papua: Noken multifunctional knotted or woven bag, handcraft of the people of Papua. UNESCO Intangible Cultural Heritage Reports. https://ich.unesco.org/en/RL/noken-multifunctional-knotted-or-woven-bag-handcraft-of-the-people-of-papua-00619

Yunus, M. (2017). Social business and local economic empowerment in developing countries. Journal of Social Entrepreneurship, 8(1), 1–16. https://doi.org/10.1080/19420676.2016.1206606

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Tebai, T., Albertina Nasri Lobo, & Sitorus. (2026). Usaha Pengembangan Noken Dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Pada Suku Mee di Distrik Mapia Barat Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua . ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(5), 348–356. https://doi.org/10.55681/armada.v4i5.1962