https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/issue/feedSWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2026-07-30T01:40:58+00:00Irhas, S.Kom., M.Pdejournal@45mataram.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> is a journal that is a scientific forum for community service, with the online registered number <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220913251901548" target="_blank" rel="noopener"><strong>E-ISSN 2963-184X</strong></a>. This multidisciplinary scientific journal in the field of community service is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram with the aim of publishing the results of community service activities related to the development and application of science and technology research results, which include concepts, models and its implementation as an effort to increase community participation in development.</p> <p>SWARNA is a scientific publication in the field of community service and empowerment with coverage of areas: Human development and nation competitiveness, Local resource-based poverty alleviation, Management of rural and coastal areas of local wisdom. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, Education, Animal Husbandry, Fisheries, Marine, Public Health, UMKM, Development of environmentally sound technologies. Health, nutrition, tropical diseases, herbal medicines, Art, literature, and culture.</p> <p>The journal has been Nationally Accredited in <strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/17293" target="_blank" rel="noopener">SINTA 3</a></strong> by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of The Republic of Indonesia as an achievement for the peer-reviewed journal which has excellent quality in management and publication. The recognition published in <a href="https://drive.google.com/file/d/1WbP5vtgVnR2ruVQjzJ92W9-QrgRhY9ah/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong>156/C/C3/KPT/2026 on 7 April 2026</strong></a> which is valid until 2028.</p>https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3427Pemberian Materi dan Pendampingan Pembukuan Keuangan Sederhana kepada Pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ikan Duyung Surabaya2026-07-14T14:40:16+00:00Ardiansyah ArdiansyahArdiansyahArdiansyah12@gmail.comBudiansyah BudiansyahBudiansyah²Budiansyah²@gmail.comPrisma R Wardanaprizmarw@gmail.comTaufan HarionoHarionoHariono1@gmail.comDriana Lenniwatidriana@umm.ac.id<p><em>Usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam pencatatan transaksi dan penyusunan pembukuan sederhana. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ikan Duyung Surabaya yang sebagian besar belum menerapkan pencatatan keuangan secara sistematis sehingga mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pedagang melalui pelatihan dan pendampingan pembukuan keuangan sederhana. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan berupa observasi dan identifikasi kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi dan praktik pembukuan sederhana, serta tahap pendampingan melalui diskusi dan penerapan pencatatan transaksi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pedagang memperoleh peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pembukuan keuangan, mampu melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, serta mulai memahami pentingnya pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Pendekatan pelatihan yang disertai praktik langsung dan pendampingan membantu peserta menghubungkan konsep pembukuan dengan aktivitas usaha yang dijalankan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola keuangan usaha yang lebih tertib dan profesional bagi pedagang SWK Ikan Duyung Surabaya.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ardiansyah, Budiansyah, Prisma R Wardana, Taufan Hariono, Driana Lenniwatihttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/2826Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal Self declare bagi UMKM Binaan Posyandu Aster Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang2026-06-17T13:46:15+00:00Vony Armeliavony.armelia@untirta.ac.idWinda NurtianaNurtian12@gmail.com<p><em>Sertifikasi halal menjadi kebutuhan krusial bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen. Namun, banyak pelaku UMKM yang belum memahami mekanisme sertifikasi halal produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mendampingi pelaku UMKM binaan Posyandu Aster di Desa Cikedung dalam pengajuan sertifikasi halal self declare. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan teknis. Peserta pengabdian berjumlah 20 orang pelaku UMKM. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung rata-rata skor untuk membandingkan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pemahaman peserta, dari 1,72 (kategori tidak paham) pada pre-test menjadi 3,58 (kategori paham/sangat paham) pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pendampingan efektif dalam meningkatkan literasi halal dan kesiapan pelaku UMKM dalam mengurus sertifikasi halal.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Vony Armelia, Winda Nurtianahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3596Accounting for Education and Career (ACE): Strengthening Senior High School Students’ Interest in and Readiness for Choosing an Accounting Major2026-07-24T16:35:11+00:00Rinda Siaga Pangestutirindasiaga@gmail.comMila A. Reyesmilaareyess65@gmail.comSupeni Anggraeni Mapuasarianggraeniisam74@gmail.comVita Elisa Fitrianavitaelisaf56@gmail.comReinhard Gritus Aprilianorgapriliano48@gmail.com<table width="605"> <tbody> <tr> <td width="429"> <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Choosing a study program on the eve of graduation places senior high school students before a decision that is far from simple, while their picture of accounting and its employment prospects often remains hazy. This community service activity, themed Accounting for Education and Career (ACE), was held to strengthen students’ understanding, confidence, and interest with respect to the accounting major and profession. It took place on 20 July 2026 at SMA Negeri 2 Cikarang Barat with grade XII students as participants, combining a presentation on career prospects, educational games, and a question-and-answer session. The impact of the activity was measured through a 17-item self-perception questionnaire on a 1-5 Likert scale, completed by 60 students before and 59 students after the event, and then analyzed descriptively with an N-Gain computation. The participants’ average perception score moved from 3.81 to 4.00 on a scale of 5, equivalent to a shift from 76.1% to 79.9%, with an N-Gain of 0.16. The largest increase was recorded for interest in choosing the accounting major, from 3.23 to 3.68 (N-Gain 0.25), followed by confidence in settling on a course of study, from 3.53 to 3.86 (N-Gain 0.23). Both were the primary targets of the activity, whereas the three aspects outside those targets recorded the smallest increases. The magnitude of the N-Gain does fall in the low category, yet the direction of change clusters precisely on the targets that were aimed at. The presence of a practitioner speaker proved capable of strengthening students’ interest in and readiness for choosing an accounting major.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rinda Siaga Pangestuti, Mila A. Reyes, Vita Elisa Fitriana, Supeni Anggraeni Mapuasari, Reinhard Gritus Aprilianohttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3292Implementasi Metode Pembelajaran Gallery Walk Berbasis Studi Kasus pada Materi Menjaga Keutuhan NKRI Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas XI SMA2026-07-13T03:31:30+00:00Laili Nadiyah Nafis Violinitalaili.nadiyah.2531727@students.um.ac.idSiti Awaliyahsiti.awaliyah.fis@um.ac.idTeguh Santosateguhsma8mlg@yahoo.com<p>Identifikasi karakteristik gaya belajar murid sangat penting bagi guru dalam merumuskan metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode pembelajaran <em>Gallery Walk</em> pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila guna memfasilitasi kebutuhan ragam gaya belajar murid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profiling gaya belajar murid kelas XI-5 di SMA Negeri 8 Malang didominasi oleh gaya belajar visual dan kinestetik, sehingga diperlukan adanya implementasi metode pembelajaran yang menggabungkan mobilisasi fisik dan pengamatan visual. Implementasi metode pembelajaran <em>Gallery Walk</em> terlaksana dengan baik dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama berfokus pada eksplorasi materi, diskusi studi kasus kelompok, serta pembuatan produk, pertemuan kedua sepenuhnya berfokus pada pelaksanaan <em>Gallery Walk</em>. Implementasi metode pembelajaran <em>Gallery Walk</em> mendapatkan respon positif dari murid. Murid menilai bahwa metode ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif serta dapat membuat mereka berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Metode pembelajaran <em>Gallery Walk</em> memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya yaitu dapat menciptakan iklim kelas yang menyenangkan dan tidak monoton, serta dapat mendorong kolaborasi aktif, kreativitas, dan kemampuan murid dalam menghargai serta memberikan umpan balik terhadap hasil kerja teman. Namun, metode ini juga memiliki kelemahan berupa potensi munculnya suasana kelas yang kurang kondusif dan ketidakmerataan partisipasi murid dalam kelompok. Implementasi metode pembelajaran <em>Gallery Walk</em> dapat berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari murid selama dibarengi dengan perencanaan pembelajaran yang matang.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Laili Nadiyah Nafis Violinita, Siti Awaliyah, Teguh Santosahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3562Penyuluhan Sertifikasi Halal untuk UMKM Berbasis Pariwisata di Era Digital: Inisiatif Keterlibatan Komunitas Internasional di Bukit Lawang, Indonesia2026-07-21T08:44:44+00:00Ilka Zufriailkazufria@uinsu.ac.idZulhamzulham@uinsu.ac.idZalina Zakariazalina_jsu@um.edu.mySuhardisuhardi@uinsu.ac.idM. Ridwanmridwan@uinsu.ac.idNurhanifahnurhanifah@uinsu.ac.idAchyar Zein achyarzein@uinsu.ac.idTisna Handayanitisnahandayani@uinsu.ac.idRita Novita Sariritanovitasari@uinsu.ac.idMuhammad Siddik Hasibuanmuhammadsiddik@uinsu.ac.id<p><em>Halal certification is important for improving the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), especially in tourism destinations attracting Muslim travelers. However, many business owners in Bukit Lawang still have limited understanding of halal certification requirements and digital certification procedures. This community engagement program provided practical education on halal certification and introduced participants to digital-based certification services. Activities included presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions involving 32 tourism-based MSME owners in Bukit Lawang, North Sumatra, organized through international collaboration between the Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia, and Universiti Malaya, Malaysia. Participants showed strong enthusiasm, gaining better understanding of halal principles, certification procedures, and digital platforms, while recognizing the strategic value of halal certification in enhancing consumer confidence, expanding market opportunities, and improving competitiveness. A satisfaction survey completed by 15 of the 32 participants showed consistently high mean scores (3.73–4.00 on a 1–4 scale) across all evaluated aspects, and all respondents expressed interest in future similar programs. These findings suggest that community-based educational programs can support the sustainable development of tourism-based MSMEs in the digital era.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ilka Zufria, Zulham, Zalina Zakaria, Suhardi, M. Ridwan, Nurhanifah, Achyar Zein , Tisna Handayani, Rita Novita Sari, Muhammad Siddik Hasibuanhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3187Edukasi dan Demonstrasi Pengolahan Limbah Kulit Nanas Menjadi Teh Herbal di Desa Kualu Nenas2026-07-05T12:03:22+00:00Ferdy Firmansyahferdyfirmansyah@stifar-riau.ac.idRickha Octaviarickhatavia211@gmail.comIlham Syahbandiilhambandi77@gmail.comArtha Carolinaarthalina23@gmail.comFebry Azizahfebryziz488@gmail.comTengku Shellashellafarm21@gmail.comSaskira Windysaskirawin121@gmailc.comWistiqomah Indasariistiqomahsari88@gmail.comLutfi Chabibhabib474@gmail.com<p><em>Desa Kualu Nenas merupakan salah satu sentra produksi nanas di Kabupaten Kampar, tetapi kulit nanas dari kegiatan konsumsi dan pengolahan belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi serta memperkenalkan pengolahan kulit nanas menjadi teh herbal berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Agustus 2023 di Aula Kantor Desa Kualu Nenas dan diikuti oleh 70 peserta, terdiri atas 60 perempuan dan 10 laki-laki. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan Herjakunas Tea dari campuran serbuk kulit nanas dan jahe merah, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase jawaban yang sesuai. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh kelompok peserta dengan rentang 1,37–24,27 poin persentase. Skor peserta perempuan meningkat dari 66,80% menjadi 76,80%, sedangkan peserta laki-laki meningkat dari 63,33% menjadi 75,83%. Peningkatan tertinggi berdasarkan wilayah terdapat pada Dusun 4 sebesar 23,25 poin persentase, sedangkan berdasarkan pendidikan terdapat pada kelompok SMA sebesar 24,27 poin persentase. Penyuluhan yang dipadukan dengan demonstrasi praktis diikuti oleh peningkatan deskriptif persentase respons peserta sekaligus memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit nanas.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ferdy Firmansyah, Rickha Octavia, Ilham Syahbandi, Artha Carolina, Febry Azizah, Tengku Shella, Saskira Windy, Wistiqomah Indasari, Lutfi Chabibhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3663Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Pemetaan Timbulan dan Partisipasi Masyarakat melalui Aksi Bersih Pesisir serta Pelatihan Paving Block di Desa Gunung Sari, Kabupaten Sikka2026-07-25T10:50:36+00:00Jonas K.G.D GobangGobang98@gmail.comChristofel Oktavianus Nobel Pale16mei1988@gmail.comAngelinus VincentiusVincentius3@yahoo.comBarnabas P.P.W BhokalebaBhokaleba4@gmail.comGuido Roberto Gerun PareraParera523@gmail.comMaria Imaculata RumeRume6sd@gmail.comErfin ErfinErfin7324@gmail.com<p><em>Permasalahan sampah plastik di wilayah pesisir memerlukan intervensi yang disusun berdasarkan kondisi lokal dan partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan timbulan, komposisi, perilaku penanganan, ketersediaan sarana, hambatan, kebutuhan program, serta kesiapan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, sekaligus melaksanakan aksi bersih pesisir dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block. Pendekatan yang digunakan adalah pengabdian berbasis pemetaan partisipatif, pengukuran sampah selama tujuh hari, identifikasi jenis plastik berdasarkan kode resin, observasi lapangan, edukasi, kerja bakti, pemilahan, dan demonstrasi pembuatan paving block. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan skor rata-rata skala 1-5. Hasil menunjukkan bahwa kawasan pesisir dipandang sebagai lokasi rawan sampah oleh 78 responden (82,98%). Estimasi sampah plastik harian mencapai 7.542,5 gram dengan rata-rata 81,10 gram per formulir, sedangkan pengukuran berulang tujuh hari mencatat 25.607 gram. HDPE merupakan jenis dominan berdasarkan berat, yaitu 8.505 gram (44,30%). Penggunaan kemasan sachet (skor 3,90) dan kantong plastik belanja (3,70) relatif tinggi, sementara pemisahan plastik dari sampah organik masih rendah (2,24). Pembakaran dilaporkan oleh 78 responden (82,98%); tempat sampah terpilah hanya tersedia bagi 8 responden (8,51%) dan bank sampah bagi 2 responden (2,13%). Meskipun demikian, 80 responden (85,11%) bersedia mengikuti pelatihan daur ulang/paving block dan 81 responden (86,17%) bersedia mengikuti kegiatan bersih lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi keberlanjutannya memerlukan penguatan pemilahan dari sumber, sarana terpilah, bank sampah, pengangkutan rutin, prosedur keselamatan, dan pengujian mutu paving block. </em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jonas K.G.D Gobang, Christofel Oktavianus Nobel Pale, Angelinus Vincentius, Barnabas P.P.W Bhokaleba, Guido Roberto Gerun Parera, Maria Imaculata Rume, Erfinhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3459Peningkatan Mutu Pendidikan pada Wilayah 3T di Kecamatan Singkup Kalimantan Barat2026-07-16T02:46:12+00:00Donna Sampalengdonnasampaleng@sttikat.ac.idRais Hidayatrais72rais@gmail.comYuyun Elizabeth Patrasyuyunpatras64@gmail.com<p><em>Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya mutu pendidikan di wilayah 3T, khususnya di Kecamatan Singkup, Kalimantan Barat, yang disebabkan oleh rapuhnya ekosistem pendidikan dan degradasi mentalitas para pendidik. Berdasarkan observasi, permasalahan utama terletak pada ketidaksinergian empat elemen Pendidikan manusia, lingkungan fisik, kurikulum, dan teknologi serta hilangnya penghargaan dan motivasi guru yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Tujuan pengabdian ini adalah memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah melalui pendekatan manajemen dan kepemimpinan kelas untuk mendorong deep learning dan pendidikan multikultural, serta menumbuhkan kembali mentalitas berdampak sebagai fondasi perubahan pendidikan dari akar rumput. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan refleksi terbimbing, yang dilaksanakan pada 8–9 April 2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Singkup dan diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop berhasil membangkitkan kesadaran kolektif peserta akan pentingnya peran mereka sebagai agen perubahan, mendorong refleksi kritis terhadap praktik mengajar, serta membangun komitmen nyata untuk menyinergikan elemen ekosistem pendidikan dalam pembelajaran kontekstual. Implikasi dari pengabdian ini adalah perlunya penguatan berkelanjutan terhadap mentalitas pendidik dan kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang terintegrasi, serta pentingnya kebijakan yang berpihak pada guru di daerah terpencil guna mewujudkan pendidikan yang berdampak dan berkeadilan<strong>.</strong></em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Donna Sampaleng, Rais Hidayat, Yuyun Elizabeth Patrashttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3064Pemberdayaan Kelompok Peternak Itik Melalui Inovasi Produk Telur Asin Asap dan Penguatan Manajemen Usaha2026-07-05T04:40:13+00:00Herlina Lusianalusiana.muyoto@gmail.comFirdaus FirdausFirdausFirdaus@gmail.comCitra AmaliaAmalia3citra@gmail.com<p><em>This community service activity aims to increase the capacity of duck farmer groups Kuin Kacil through innovative smoked salted egg products and strengthened business management. The program was implemented due to the low economic added value of duck eggs marketed raw and the limited community capacity in business management and product marketing. The implementation method used a participatory approach, including field observation, program outreach, training, hands-on practice, mentoring, monitoring, and evaluation. The activity targeted household-scale duck farmer groups with the potential to develop livestock-based businesses. The results showed that the community was able to independently produce smoked salted eggs, understood product packaging and branding techniques, and began implementing simple business financial records. Furthermore, the community also gained an understanding of product marketing through social media as an effort to expand market reach. This activity had a positive impact on improving the community's skills, motivation, and independence in developing businesses based on local potential. The community service program is expected to increase product added value, strengthen the competitiveness of micro-enterprises, and encourage sustainable improvements in community welfare.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Herlina Lusiana, Firdaus, Citra Amaliahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3628Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif untuk Pembelajaran Membaca Permulaan di Sanggar Bimbingan SIKL Malaysia 2026-07-24T02:53:20+00:00Innany MukhlishinaMukhlishina121@umm.ac.idArinta Rezty WijayaningputriWijayaningputri23@umm.ac.idMurtyas Galuh Danawatimurtyas.danawati@gmail.comRaka RamadhaniRamadhani4s@umm.ac.id<p><em>Sanggar Bimbingan (SB) di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia merupakan unit layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan layak di Kuala Lumpur. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa minat baca anak rendah dan mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Guru dan pengelola SB menyampaikan bahwa penyebab kemampuan membaca permulaan rendah karena keterbatasan media pembelajaran. Padahal, pemanfaatan media yang inovatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran, contohnya Big book interaktif. Urgensi pengabdian ini untuk melatih keterampilan guru dalam menghasilkan Big book interaktif. Big Book Interaktif merupakan salah satu alternatif media yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Media ini menggabungkan ukuran besar, ilustrasi menarik, dan teks sederhana yang dikemas dalam bentuk cerita fabel yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca permulaan. Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif bertujuan untuk Pembelajaran Membaca Permulaan di Sanggar Bimbingan SIKL Malaysia guna mendukung kompetensi pendidik dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif, sehingga siswa dapat lebih terampil dalam membaca permulaan melalui media yang interaktif dan kreatif untuk menumbuhkan literasi. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini antara lain: Pendekatan Partisipatif, Pendekatan Kolaboratif, Pendekatan Blended Learning, dan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Innany Mukhlishina, Arinta Rezty Wijayaningputri, Murtyas Galuh Danawati, Raka Ramadhanihttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3443Penguatan Psikososial Caregiver Penyintas Kanker Anak melalui Program “Rumah Singgah Berdaya” di Rumah Pejuang Kanker “Ambu” Kota Bandung2026-07-23T12:16:00+00:00Hanna Maryamahannamaryama@upi.eduSitti Chotidjahsittichotidjah2025@upi.eduGhinaya Ummul Mukminin Hidayatghinayaumh25@gmail.comMuhammad Ariez Musthofaariezpsi@upi.eduIta Juwitaningrumjuwitaningrum_psi@upi.eduHaniya Fauziya Rachmanhaniyafr@upi.eduJuliana Nur Afifahjuliananurafifah@upi.eduDhafin Rhazaly Syarifsyarifdry88@gmail.comCut Dzakira Afinakiraafina43@gmail.com<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas psikososial caregiver penyintas kanker anak melalui program “Rumah Singgah Berdaya” di Rumah Pejuang Kanker “Ambu”, Kota Bandung. Metode pelaksanaan mencakup tiga sesi terstruktur: (1) psikoedukasi Psychological First Aid (PFA) dan teknik stabilisasi emosi; (2) pelatihan kerajinan tangan sebagai terapi ekspresif; dan (3) pelatihan fotografi produk serta digital marketing untuk pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini menyasar 44 caregiver aktif yang mendampingi anak penderita kanker dalam proses pengobatan di RSUP Hasan Sadikin, Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif caregiver terkait PFA dan stabilisasi emosi dengan nilai rata-rata 7,05 (kategori Baik), keberhasilan praktik terapi ekspresif merajut, serta 100% peserta berhasil menguasai teknik dasar fotografi produk. Berdasarkan evaluasi kepuasan, seluruh materi pelatihan juga dinilai "Perlu" oleh para peserta. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari layanan rutin rumah singgah, didukung sistem peer-support dan kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan target SDG 3 dalam penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial caregiver kanker anak.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hanna Maryama, Sitti Chotidjah, Hidayat, Muhammad Ariez Musthofa, Ita Juwitaningrum, Haniya Fauziya Rachman, Juliana Nur Afifahhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/2909Transformasi Kompetensi Guru Melalui Sinergi Pascasarjana UM dalam Pemanfaatan AI Guna Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif2026-06-22T15:20:28+00:00Sinta Agustin Ningsehrustanto.rahardi.fmipa@um.ac.idRustanto Rahardirustanto.rahardi.fmipa@um.ac.idTomi Listiawantomi.listiawan.fmipa@um.ac.idSapti Wahyuningsihsapti.wahyuningsih.fmipa@um.ac.idSukoriyanto Sukoriyantosukoriyanto.fmipa@um.ac.idAmelia Rizkyamelia.rizky.2503118@students.um.ac.idA’yunnisa Tsaniayunnisa.tsani.2503118@students.um.ac.idRatna Maulidaratna.maulida.2503118@students.um.ac.id<p><em>Kurangnya kompetensi guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) guna mengembangkan media pembelajaran inovatif menjadi salah satu faktor yang menghambat implemnetasi kurikulum merdeka. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini memiliki tujuan untuk membekali guru SMPN 21 Malang dengan kemampuan praktis dalam mengembangakan media pembelajaran inovatif Berbasis AI melalui penguasaan platform Lumi dan Canva AI yang bersifat interaktif dan konstruktif sehingga mendorong transformasi kompetensi guru. Metode pengabdian menggunakan action research design dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan berupa persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa tidak hanya memberikan wawasan secara konseptual, melainkan juga pengalaman praktik yang baik bagi guru, serta menghasilakn media pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, sinergi pascasarjana matematika UM dan SMPN 21 Malang dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong transformasi kompetensi guru yang relevan dengan tuntutan era digital saat ini.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sinta Agustin Ningseh, Rustanto Rahardi, Tomi Listiawan, Sapti Wahyuningsih, Sukoriyanto, Amelia Rizky, A’yunnisa Tsani, Ratna Maulidahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3605Pelatihan Pembuatan Pembersih Alami Berbasis Eco-enzyme TP PKK Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang2026-07-23T12:10:44+00:00Profiyanti Hermien Suhartiprofiyanti@polinema.ac.idHeny Dewajaniheny.dewajani@polinema.ac.idZakijah Irfinzakijah.irfin@polinema.ac.idKhalimatus Sa'diyahkhalimatus.s@polinema.ac.idCahyo Sunu Widagdocahyo.sunu@polinema.ac.idUlfiana Ihda Afifaulfiana.ihda@polinema.ac.id<p><em>Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, akibat rendahnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota TP-PKK dalam mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme serta mengembangkannya sebagai pembersih alami yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan eco-enzyme dan sabun cuci piring berbasis eco-enzyme, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan kuesioner kepuasan peserta. Kegiatan diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari 10 desa di Kecamatan Poncokusumo. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 78,2% dengan perbedaan yang signifikan (p<0,001), sedangkan 82,4% peserta mampu mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri sesuai prosedur. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, dengan 89% menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan dan 96% menyatakan memperoleh tambahan pengetahuan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga, tetapi juga mendorong terbentuknya kelompok masyarakat yang berinisiatif mengembangkan produk turunan eco-enzyme sebagai peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan ini berpotensi mendukung pengurangan timbulan sampah organik, pemberdayaan perempuan, serta penguatan praktik pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Profiyanti Hermien Suharti, Heny Dewajani, Zakijah Irfin, Khalimatus Sa'diyah, Cahyo Sunu Widagdo, Ulfiana Ihda Afifahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3298Pendidikan Berbasis Komunitas tentang Pentingnya Sarapan dan Pengurangan Junk Food untuk Kesehatan Reproduksi Remaja Putri2026-07-16T04:09:08+00:00Yusmalia Hidayatiyusmaliahidayati@satyaterrabhinneka.ac.idWiwiek Elsadawiwieknainggolan@satyaterrabhinneka.ac.idDinda Diandindameidita@satyaterrabhinneka.ac.id<p><em>Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri di Indonesia dan berdampak pada status gizi serta kesehatan reproduksi. Salah satu faktor risiko utamanya adalah pola makan tidak sehat, khususnya kebiasaan melewatkan sarapan dan tingginya konsumsi junk food yang menyebabkan rendahnya asupan zat besi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya sarapan bergizi dan pengurangan konsumsi junk food sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan dilaksanakan pada 60 siswi kelas VII melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, dan kuis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56,4 meningkat menjadi 82,1 pada post-test dan 85% peserta mengalami peningkatan skor. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pencegahan anemia defisiensi besi dan mendorong perilaku makan yang lebih sehat.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yusmalia Hidayati, Wiwiek Elsada, Dinda Dianhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3574Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Gereja GBKP sesuai ISAK 335: Pendekatan Metode Diskusi Interaktif dan Demonstrasi2026-07-24T16:46:11+00:00Ita Salsalina Linggaita.sl@eco.maranatha.eduJoni Jonijoni@eco.maranatha.eduTan Ming Kuangtm.kuang@eco.maranatha.eduLauw Tjun Tjunlauwtjuntjun@gmail.comElyzabet Indrawati Marpaungelyzabetmarpaung@gmail.comCandra Sinurayacandra.sinuraya@eco.maranatha.eduMaria Nataliamaria.natalia@eco.maranatha.eduSinta Setianasinta.setiana@eco.maranatha.eduEndah Purnama Sari Eddyendah.psari@yahoo.comOllin Flajuanta Tjandoollintjando739@gmail.comVania Marleen2351021@bus.maranatha.eduKeith Yohanes Reinhartkeithyohanesss@gmail.com<p><em>Nonprofit organizations such as churches have a moral and institutional obligation to manage their finances transparently and accountably to their entire congregation. However, many churches face limited human resource capacity in accounting and financial reporting. Maranatha Christian University, in collaboration with the Batak Karo Protestant Church, held a community service activity aimed at improving the accounting literacy of GBKP administrators through a training approach on preparing church financial reports in accordance with ISAK 335 based on interactive discussion method and live demonstrations. A total of 18 participants were involved in their program. An evaluation instrument in the form of a comprehension test was administered before and after the training to quantitatively measure the program’s effectiveness. The data obtained showed a significant improvement in understanding (94%) of participants after participating in the training series. The live demonstration approach was deemed capable of simplifying technical accounting concepts to make them more easily understood by participants with non-accounting backgrounds. These findings confirm that improving the understanding of accounting concepts and the ability to prepare financial reports for church communities depends heaviliy on the selection of appropriate and contextual delivery methods. This program is expexted to become a reference model for nonprofit organizations.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ita Salsalina Lingga, Joni Joni, Tan Ming Kuang, Lauw Tjun Tjun, Elyzabet Indrawati Marpaung, Candra Sinuraya, Maria Natalia, Sinta Setiana, Endah Purnama Sari Eddy, Ollin Flajuanta Tjando, Vania Marleen, Keith Yohanes Reinharthttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3237SANTRI BERSERI: Edukasi Multimodal Pencegahan Penyakit Kulit pada Santriwati Pondok Pesantren2026-07-21T13:07:15+00:00Ferdy Firmansyahferdyfirmansyah@stifar-riau.ac.idRickha Octaviaickhaviaa43@gmail.comSilvana Anggraenisilvanaraeni51@gmail.comNikke Levionanikkelevii32@gmail.comNisa Nofiananisanofi41@gmail.comPutri Gustri Ayuputrigayuu99@gmail.comPutri Permata Aditappermataadita3@gmail.comRahma Dina Maheramdinamahera7@gmail.comNur’aini Nur’aininuraini78@gmail.comNurhanifah Nurhanifahnhanifah76@gmail.comPutri Aisyah Hudyaputriahud87@gmail.com<p><em>Gangguan kulit merupakan masalah kesehatan yang relevan di lingkungan pesantren karena interaksi antarsantri yang intensif, penggunaan fasilitas bersama, dan praktik higiene yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai pengenalan dan pencegahan gangguan kulit melalui edukasi multimodal serta mengevaluasi penerimaan peserta terhadap program. Program SANTRI BERSERI dilaksanakan pada 32 santriwati Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru melalui pretest, edukasi menggunakan video dan leaflet, penyampaian materi, diskusi interaktif, posttest, serta evaluasi kepuasan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,97 ± 0,82 pada pretest menjadi 9,22 ± 0,61 pada posttest. Uji Wilcoxon berdasarkan probabilitas asimtotik menunjukkan perbedaan signifikan pada skor sebelum dan sesudah edukasi (p=0,033). Seluruh peserta memperoleh skor posttest minimal 8 dari 10 sehingga target kegiatan tercapai, dan seluruh peserta memberikan respons positif terhadap program. Edukasi multimodal melalui video dan leaflet dapat digunakan untuk mendukung peningkatan pengetahuan santriwati mengenai kesehatan kulit. Namun, hasil ini hanya menggambarkan perubahan pengetahuan segera setelah edukasi dan belum menunjukkan perubahan perilaku atau penurunan kejadian gangguan kulit.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ferdy Firmansyah, Rickha Octavia, Silvana Anggraeni, Nikke Leviona, Nisa Nofiana, Putri Gustri Ayu, Putri Permata Adita, Rahma Dina Mahera, Nur’aini, Nurhanifah, Putri Aisyah Hudyahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3760Pendampingan Pengembangan Media Pembelajaran Digital Audio Book Berbasis Budaya Indonesia bagi Guru SD Muhammadiyah 1 Kepanjen2026-07-29T15:17:26+00:00Innany Mukhlishinainnany@umm.ac.idArinta Rezty Wijayaningputriarintatyy33@gmail.comIlyas Nuryasinilyasyasin12@gmail.comMurtyas Galuh Danawatigaluhdanawatii1@gmail.com<p><em>Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Namun, hasil analisis kebutuhan di SD Muhammadiyah 1 Kepanjen menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran digital masih terbatas, khususnya dalam pengembangan media yang mendukung literasi sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital audio book berbasis budaya Indonesia. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat, pelatihan pengembangan digital audio book, penerapan teknologi, implementasi dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Sasaran kegiatan adalah guru-guru SD Muhammadiyah 1 Kepanjen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun naskah cerita anak berbasis budaya Indonesia, mengembangkan digital audio book secara mandiri, serta mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Penggunaan media yang dikembangkan mampu meningkatkan variasi pembelajaran, keterlibatan peserta didik, dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Indonesia. Dengan demikian, pendampingan pengembangan digital audio book berbasis budaya Indonesia efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendukung pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Innany Mukhlishina, Arinta Rezty Wijayaningputri, Ilyas Nuryasin, Murtyas Galuh Danawatihttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3465Edukasi Stunting pada Anak Prasekolah: Upaya Meningkatkan Kesadaran Orang Tua terhadap Dampak Sosial dan Tumbuh Kembang Anak2026-07-21T08:55:28+00:00Bilqis Nur Mustofabilqis@satyaterrabhinneka.ac.idDewi Faradillahdewifaradillah@satyaterrabhinneka.ac.idNur Kholisnurkholis@satyaterrabhinneka.ac.idAndi Mukarramahammah28@gmail.comVini Selfianivini_selfiani@yahoo.co.idDilma'aarij Riski Agustiadilmaagustia@satyaterrabhinneka.ac.idMunawara MunawaraMunawaraMunawara@gmail.com<p><em>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan sosial anak. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai stunting pada anak prasekolah serta dampaknya terhadap perkembangan sosial anak. Kegiatan dilaksanakan di TK Sultan Iskandar Muda Medan pada tanggal 6 Desember 2025 dengan sasaran sebanyak 42 orang tua/wali murid. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta media edukasi mengenai pengertian stunting, faktor risiko, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial, pentingnya gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemantauan tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta dan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Orang tua juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan PHBS, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta mencegah terjadinya stunting</em>.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bilqis Nur Mustofa, Dewi Faradillah, Nur Kholis, Dilma'aarij Riski Agustia, Andi Mukarramah, Vini Selfianihttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3176Penguatan Ketahanan Desa melalui Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu Berbasis Sistem Pertahanan Semesta dan Lokalisasi SDGs di Kabupaten Garut2026-07-04T07:11:43+00:00Restu Putri Pamungkasrestu.pamungkas@doktoral.idu.ac.idKhulfi Muhammad Khalwanikhulfimuhammad@kehutanan.go.idFirmansyah Firmansyahfirmansyah@doktoral.idu.ac.idRio Akmal Syahbanarioakmal97@gmail.comBambang Kustiawanbambang.kustiawan@idu.ac.id<p><em>Desa-desa di Indonesia merupakan unit strategis ketahanan nasional, namun tetap rentan terhadap ancaman multidimensi yang saling terkait, mulai dari serangan siber dan disinformasi, kerapuhan ideologi, degradasi lingkungan, keterbatasan akses kesehatan, hingga lemahnya daya saing ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjawab persoalan tersebut di Desa Karamatwangi, Kabupaten Garut, melalui intervensi lintas disiplin yang terintegrasi, dengan kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dan lokalisasi SDGs, serta dianalisis menggunakan teori ketahanan komunitas dari Norris dkk. (2008) sebagai kapasitas adaptif berjejaring. Dilaksanakan pada 21–22 Mei 2026 oleh 46 mahasiswa program doktoral (Angkatan 8) Universitas Pertahanan Republik Indonesia, program ini menerapkan desain partisipatif, skema kolaborasi quadruple-helix, serta metode observasi, dokumentasi, dan pengukuran pra-pasca. Lima intervensi dilakukan: (1) penguatan keamanan siber dan resiliensi kognitif melalui forum FORKOMSANDA bersama BSSN (SDG 9, 16, 17); (2) penanaman 210 bibit alpukat produktif untuk ketahanan ekologis (SDG 8, 13, 15); (3) skrining kesehatan gratis dan USG kebidanan bagi 150 warga (SDG 3); (4) workshop "Pancasila di Era Digital" untuk resiliensi ideologis (SDG 4, 16); dan (5) pelatihan manajemen bisnis berbasis AI bagi UMKM dan petani (SDG 1, 8, 9). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kesadaran siber, pemahaman kesehatan preventif, literasi ideologi-digital, dan kapasitas ekonomi-teknologi. PKM berbasis Sishankamrata terbukti efektif mengakarkan SDGs di tingkat lokal sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari desa.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Restu Putri Pamungkas, Khulfi Muhammad Khalwani, Firmansyah, Rio Akmal Syahbana, Bambang Kustiawanhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3633Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Peternak melalui Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong di Desa Lanta Kecamatan Lambu Kabupaten Bima2026-07-24T15:38:21+00:00Kharismafullah Kharismafullahkharsimafullah@poltekama.ac.idAndy Hermawanandyhermawan@poltekama.ac.idMasnah Masnahmasnah@poltekama.ac.idBaharudin Baharudinbaharudin@poltelama.ac.idImam Akbarimamakbar@poltekama.ac.idFaisal Sa'banfaisalsaban@poltekama.ac.idYayan Anggrianiyayananggriani@poltekama.ac.idNurwahidah Nurwahidahnurwahidah@poltekama.ac.idKhairunnisah Khairunnisahkhairunnisah@poltekama.ac.id<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak melalui penyuluhan manajemen pemeliharaan sapi potong di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman peternak mengenai penerapan manajemen pemeliharaan yang baik, khususnya dalam aspek pemberian pakan, perkandangan, kesehatan ternak, sanitasi, dan pengelolaan reproduksi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi terhadap tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Materi penyuluhan disampaikan secara partisipatif dengan mengintegrasikan pengalaman peternak dan kondisi nyata usaha peternakan di wilayah Desa Lanta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola usaha pemeliharaan sapi potong. Peternak memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya penyediaan pakan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan nutrisi ternak, penerapan kebersihan kandang, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta pengelolaan pemeliharaan secara lebih terarah dan efisien. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan kesadaran peternak untuk menerapkan praktik pemeliharaan yang lebih baik sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak. Kegiatan penyuluhan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendampingan dan monitoring sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam kegiatan usaha peternakan. Dengan demikian, penyuluhan manajemen pemeliharaan menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan sapi potong di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kharismafullah, Andy Hermawan, Masnah, Baharudin, Imam Akbar, Faisal Sa'ban, Yayan Anggriani, Nurwahidah, Khairunnisahhttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3447Implementasi Model Cooperative Learning dengan Teknik Think Pair Squere pada Keaktifan Murid Kelas X SMA2026-07-16T04:11:38+00:00Muhammad Rafli Kurniawanraflikurniawan2410@gmail.comSiti Awaliyahsiti.awaliyah.fis@um.ac.idTeguh Santosateguhsma8mlg@yahoo.com<p><em>Keaktifan murid merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah masih sering didominasi oleh metode ceramah sehingga keterlibatan murid dalam kegiatan belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Cooperative Learning dengan teknik Think Pair Square, mendeskripsikan keaktifan murid setelah penerapan model tersebut, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas X SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian murid kelas X serta guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning dengan teknik Think Pair Square mampu meningkatkan keaktifan murid yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, kemampuan bekerja sama, keterlibatan dalam pemecahan masalah, serta antusiasme selama proses pembelajaran. Keberhasilan implementasi model didukung oleh perencanaan pembelajaran yang baik, peran guru sebagai fasilitator, dan kerja sama antarmurid. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan murid, keterbatasan waktu pembelajaran, dan masih rendahnya kepercayaan diri sebagian murid. Dengan demikian, model Cooperative Learning dengan teknik Think Pair Square dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk menciptakan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Rafli Kurniawan, Siti Awaliyah, Teguh Santosahttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3009Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos untuk Optimalisasi Budidaya Bawang Merah di Lahan Pekarangan2026-06-25T14:31:08+00:00Fauzan Hamdanifauzan.hamdani@ecampus.ut.ac.idMochammad Yunus Gerry myunusgf03@gmail.comRisman Ramadwikarismanramaa21@gmail.comRizky Lutfi Supraboworizkylutfibowo323@gmail.comFaujatul Hasanahfaujatulhasannn12@gmail.comArie Aryantoariaryantoaa22@gmail.com<p><em>Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus meningkat di Indonesia. Dua permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Kelurahan Pondok Cabe, Pamulang, adalah keterbatasan lahan pekarangan dan rendahnya pengetahuan tentang pertanian organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah daun kering serta teknik budidaya bawang merah dalam polibag. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap: penyuluhan pertanian berkelanjutan, pelatihan praktik komposting, dan pelatihan budidaya polibag, dengan evaluasi melalui pengamatan langsung, diskusi pasca-kegiatan, dan pemantauan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan: (1) peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat pupuk organik dan dampak negatif pupuk kimia; (2) kemampuan peserta membuat kompos secara mandiri dari limbah daun kering; (3) keberhasilan budidaya bawang merah dalam polibag dengan perkecambahan 5-7 hari dan pertumbuhan vegetatif yang baik; serta (4) komitmen tinggi peserta mengembangkan pertanian organik sebagai usaha rumah tangga. Program ini berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan keluarga, pengurangan sampah organik, dan penguatan kesadaran ekologis masyarakat perkotaan.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fauzan Hamdani, Fitriadi, Risman Ramadwika, Rizky Lutfi Suprabowo, Faujatul Hasanah, Arie Aryantohttps://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna/article/view/3612Model Pemberdayaan Perempuan melalui Pembentukan Lebe Wadon dalam Pelatihan Pengurusan Jenazah Perempuan2026-07-23T12:08:58+00:00Dwi Mutiara Sariedwimutiarasarie@staialbahjah.ac.idSusilawati Susilawatisusilawati@staialbahjah.ac.idAna Khofifahturizqianakhofifahturizqi@staialbahjah.ac.idKartika Novitasarikartikanovitasari@staialbahjah.ac.idSulfiani Sulfianisulfiani@staialbahjah.ac.idFaning Maulida Fitriafaningmaulidamutria@staialbahjah.ac.id<p><em>Pengurusan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang harus dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Namun, di Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, masih terbatas perempuan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk melaksanakan pengurusan jenazah perempuan sehingga masyarakat masih bergantung pada individu tertentu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan model pemberdayaan perempuan melalui pembentukan Lebe Wadon sebagai kader pengurus jenazah perempuan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan simulasi mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai fikih pengurusan jenazah perempuan, mengembangkan keterampilan pemulasaraan jenazah, serta meningkatkan rasa percaya diri dan partisipasi perempuan dalam pelayanan sosial-keagamaan. Luaran utama kegiatan adalah terbentuknya kader Lebe Wadon yang berperan sebagai pengurus jenazah perempuan di tingkat kelurahan. Keberadaan kader tersebut memperkuat kapasitas masyarakat dalam memenuhi kewajiban fardhu kifayah, memperluas peran perempuan, serta membangun sistem pelayanan sosial-keagamaan yang lebih mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan. Model pemberdayaan ini memiliki potensi untuk direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik sosial-keagamaan yang serupa.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Mutiara Sarie, Susilawati, Ana Khofifahturizqi, Kartika Novitasari, Sulfiani, Faning Maulida Fitria