JURNAL ECONOMINA
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina
<p><strong>Jurnal Economina (JE)</strong> is a peer-reviewed journal which publishes original research papers. ECONOMINA has been published since 2022. It is currently published with <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220913392107936" target="_blank" rel="noopener"><strong>e-ISSN: 2963-1181</strong></a>. The Digital Object Identifier (DOI) is assigned to each published article and the journal is indexed by Crossref, GARUDA, Neliti.Com, Dimensions and Google Scholar.</p> <p>Areas of research include, but are not limited to Global Business, Transition Issues, Economic Growth and Development, Economics of Organizations and Industries, Finance and Investment, Strategic Management, Human Resources, Marketing, Innovations, Public Administration and Accounting.</p>LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataramen-USJURNAL ECONOMINA2963-1181Konstruksi Makna Ekonomi Digital oleh Pelaku UMKM dalam Perspektif Fenomenologi
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1916
<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami konstruksi makna ekonomi digital yang dibangun oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perspektif fenomenologi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM tidak hanya beradaptasi secara teknis, tetapi juga membentuk pemaknaan subjektif terhadap penggunaan platform digital dalam aktivitas bisnis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup (lived experiences) para pelaku UMKM dalam memanfaatkan ekonomi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi fenomenologis, horizonalitas, serta penyusunan tema esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM memaknai ekonomi digital sebagai peluang strategis untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing usaha. Namun demikian, makna tersebut tidak terlepas dari berbagai dinamika, seperti keterbatasan literasi digital, tantangan adaptasi teknologi, serta ketergantungan pada platform digital tertentu. Selain itu, pengalaman subjektif pelaku UMKM memperlihatkan adanya pergeseran paradigma dari pola usaha konvensional menuju model bisnis berbasis digital yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan pasar. Secara fenomenologis, konstruksi makna ekonomi digital terbentuk melalui interaksi antara pengalaman individu, lingkungan sosial, serta konteks ekonomi yang melingkupi pelaku UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian ekonomi digital dari sudut pandang interpretatif, serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih kontekstual dalam mendukung transformasi digital UMKM.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Sahrul Ramadhan
Copyright (c) 2026 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-292026-03-295356557110.55681/economina.v5i3.1916Ketimpangan Digital dalam Akses Ekonomi: Analisis Kualitatif pada Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1917
<p>Ketimpangan digital menjadi isu krusial dalam pembangunan ekonomi modern, khususnya dalam konteks perbedaan akses antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana ketimpangan akses teknologi digital memengaruhi peluang ekonomi masyarakat di dua wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi studi fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku ekonomi di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat perkotaan memiliki akses yang lebih baik terhadap infrastruktur digital, literasi teknologi, serta peluang ekonomi berbasis digital seperti e-commerce dan layanan keuangan digital. Sebaliknya, masyarakat pedesaan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan jaringan internet, rendahnya literasi digital, serta minimnya dukungan infrastruktur dan kebijakan. Ketimpangan ini berdampak pada perbedaan signifikan dalam kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Selain itu, ditemukan bahwa faktor sosial, pendidikan, dan dukungan pemerintah turut memengaruhi tingkat adopsi teknologi di kedua wilayah. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan digital, seperti peningkatan infrastruktur, pelatihan literasi digital, dan pemerataan akses teknologi. Dengan demikian, upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan di seluruh lapisan masyarakat.</p>Sandi Ferdiansah
Copyright (c) 2026 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-292026-03-295357257810.55681/economina.v5i3.1917Makna Digitalisasi Ekonomi bagi Generasi Milenial dalam Aktivitas Konsumsi
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1918
<p>Makna digitalisasi ekonomi bagi generasi milenial dalam aktivitas konsumsi merupakan fenomena yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana generasi milenial memaknai digitalisasi ekonomi serta implikasinya terhadap perilaku konsumsi sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam berinteraksi dengan berbagai platform digital, seperti e-commerce, dompet digital, dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi ekonomi dimaknai oleh generasi milenial sebagai kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi. Akses tanpa batas terhadap berbagai produk dan layanan mendorong terbentuknya pola konsumsi yang lebih praktis dan instan. Selain itu, digitalisasi juga menciptakan pengalaman konsumsi yang lebih personal melalui rekomendasi algoritma dan promosi yang disesuaikan dengan preferensi pengguna. Namun demikian, kemudahan ini juga memunculkan kecenderungan perilaku konsumtif, impulsif, serta ketergantungan terhadap teknologi digital. Lebih lanjut, makna digitalisasi ekonomi tidak hanya terbatas pada aspek fungsional, tetapi juga simbolik, di mana aktivitas konsumsi menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial generasi milenial. Konsumsi digital sering kali digunakan sebagai sarana ekspresi diri dan penegasan status sosial di lingkungan pergaulan. Dengan demikian, digitalisasi ekonomi memiliki peran yang kompleks dalam membentuk pola pikir dan perilaku konsumsi generasi milenial, yang mencakup dimensi kemudahan, pengalaman, hingga konstruksi identitas sosial</p>Didin Pratama
Copyright (c) 2026 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-292026-03-295357958610.55681/economina.v5i3.1918Strategi Peningkatan Produktivitas Karyawan melalui Pengelolaan SDM yang Efektif
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1919
<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan produktivitas karyawan melalui pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dalam menghadapi dinamika persaingan organisasi modern. Produktivitas karyawan merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajemen SDM yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu proses rekrutmen yang tepat, pelatihan dan pengembangan kompetensi, sistem penilaian kinerja yang transparan, serta pemberian motivasi dan kompensasi yang adil. Selain itu, budaya organisasi yang kondusif dan kepemimpinan yang partisipatif juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Pengelolaan SDM yang efektif tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan adaptabilitas. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu mengintegrasikan strategi pengelolaan SDM dengan tujuan bisnis secara menyeluruh agar dapat meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Dengan demikian, strategi pengelolaan SDM yang efektif mampu menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas karyawan sekaligus memperkuat daya saing organisasi di era globalisasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Raja Dedi
Copyright (c) 2026 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-292026-03-295358759210.55681/economina.v5i3.1919Design Thinking dalam Inovasi Produk dan Layanan: Kajian Literatur Sistematis dari Perspektif Manajemen dan Kewirausahaan
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1920
<p>Perubahan kebutuhan pengguna, dinamika pasar, dan percepatan inovasi mendorong organisasi untuk mengembangkan produk dan layanan yang tidak hanya baru, tetapi juga relevan, bernilai, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Design Thinking berkembang sebagai pendekatan inovasi berpusat pada manusia yang menekankan empati, perumusan ulang masalah, ideasi kreatif, prototyping, dan pengujian iteratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perkembangan konsep Design Thinking dalam literatur ilmiah serta menjelaskan kontribusinya terhadap inovasi produk dan layanan dari perspektif manajemen dan kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel-artikel jurnal terindeks Scopus serta jurnal nasional terakreditasi SINTA 1 dan SINTA 2 yang relevan dengan tema Design Thinking, inovasi produk, inovasi layanan, dan human-centered innovation. Analisis dilakukan melalui proses seleksi literatur secara sistematis, ekstraksi data, dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola temuan, perbedaan konteks, serta kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Design Thinking berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas inovasi melalui pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna, kolaborasi lintas disiplin, pembelajaran berbasis eksperimen, dan validasi solusi secara cepat. Temuan juga menunjukkan bahwa efektivitas Design Thinking dipengaruhi oleh konteks organisasi, kedalaman adopsi metode, dan kemampuan mengintegrasikan nilai desirability, feasibility, dan viability. Secara konseptual, kajian ini menegaskan bahwa Design Thinking bukan sekadar metode kreatif, tetapi kerangka strategis yang memperkuat inovasi berpusat pada manusia dalam pengembangan produk, layanan, dan model bisnis. Implikasi artikel ini terletak pada pentingnya integrasi Design Thinking ke dalam praktik manajemen inovasi, pengembangan kewirausahaan, dan pembentukan kapabilitas organisasi yang adaptif. Kajian ini juga memberikan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai institusionalisasi Design Thinking dan pengukuran dampaknya terhadap kinerja inovasi jangka panjang.</p>Aryanto TinambunanOslan Juliana
Copyright (c) 2026 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-03-292026-03-295359360510.55681/economina.v5i3.1920