JURNAL ECONOMINA
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina
<p><strong>Jurnal Economina (JE)</strong> is a peer-reviewed journal which publishes original research papers. ECONOMINA has been published since 2022. It is currently published with <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220913392107936" target="_blank" rel="noopener"><strong>e-ISSN: 2963-1181</strong></a>. The Digital Object Identifier (DOI) is assigned to each published article and the journal is indexed by Crossref, GARUDA, Neliti.Com, Dimensions and Google Scholar.</p> <p>Areas of research include, but are not limited to Global Business, Transition Issues, Economic Growth and Development, Economics of Organizations and Industries, Finance and Investment, Strategic Management, Human Resources, Marketing, Innovations, Public Administration and Accounting.</p>LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataramen-USJURNAL ECONOMINA2963-1181Kemitraan Petani Ubi Kayu dan Industri Tepung Tapioka di Lombok Tengah: Analisis Rantai Nilai dan Pembagian Keuntungan
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1815
<table width="605"> <tbody> <tr> <td width="386"> <p>Kemitraan antara petani ubi kayu dan pabrik tapioka merupakan elemen kunci dalam pengembangan agribisnis di wilayah lahan kering Indonesia, karena mampu mendorong peningkatan nilai tambah dan stabilitas rantai pasok. Meskipun demikian, pola inti plasma yang selama ini diterapkan masih menunjukkan ketimpangan posisi tawar, terutama terkait pembagian keuntungan yang lebih banyak menguntungkan pihak pengolah. Studi ini berupaya mengkaji model kemitraan yang lebih adil dengan menggunakan perspektif rantai nilai dan distribusi nilai tambah, sehingga dapat menggambarkan hubungan yang lebih proporsional antara petani sebagai pemasok bahan baku dan industri sebagai pengolah.Penelitian dilakukan melalui pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap berbagai publikasi ilmiah dan sumber terbuka terbitan 2015–2024. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis berdasarkan teori kemitraan agribisnis, bukti empiris, serta kebijakan terkait tata kelola dan peran koperasi. Fokus kajian diarahkan pada Kabupaten Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara yang dikenal sebagai sentra produksi ubi kayu dan kawasan kerja sama dengan industri lokal.Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar nilai tambah masih terpusat pada pihak pengolah, sedangkan petani menerima porsi yang relatif kecil. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan koperasi, penerapan kontrak berbasis kontribusi nilai, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi penting untuk menciptakan kemitraan yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki struktur agribisnis ubi kayu di lahan kering Indonesia</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>Hayatullah HayatullahTaslim SjahKetut Budastra
Copyright (c) 2025 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-272025-12-2741242343210.55681/economina.v4i12.1815Strategi Pengembangan Usahatani Nanas Madu Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Di Lombok Timur
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1822
<table width="605"> <tbody> <tr> <td width="386"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani nanas madu guna meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Lombok Timur. Komoditas nanas madu memiliki potensi ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat, namun produktivitas dan pendapatan petani masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, fluktuasi harga, rendahnya akses teknologi budidaya, serta lemahnya jaringan pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi petani dalam pengembangan usahatani nanas madu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang paling relevan mencakup peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya modern, diversifikasi produk olahan seperti jus, selai, dan keripik nanas untuk meningkatkan nilai tambah, serta penguatan kelembagaan kelompok tani guna memperkuat posisi tawar di pasar. Selain itu, dukungan pemerintah melalui penyediaan sarana produksi, fasilitasi akses pembiayaan, dan pembangunan infrastruktur pemasaran sangat diperlukan untuk menciptakan rantai pasok yang efisien. Dengan mengintegrasikan strategi peningkatan keterampilan, inovasi produk, serta penguatan jaringan pemasaran, usahatani nanas madu di Lombok Timur memiliki peluang besar untuk berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan</p> </td> </tr> </tbody> </table>Nia Amrina RosadaTaslim SjahKetut Budastra
Copyright (c) 2025 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-272025-12-2741243344010.55681/economina.v4i12.1822Analisis Produksi Bawang Merah Di Kecematan Plampang Kabupaten Sumbawa NTB
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1818
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu sentra hortikultura penting yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada petani bawang merah, didukung data primer dan sekunder, serta dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel luas lahan, penggunaan benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap tingkat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan kualitas benih memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan produksi, sementara penggunaan pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan namun cenderung fluktuatif tergantung pada dosis dan pola aplikasi yang diterapkan petani. Tenaga kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi, meskipun efisiensinya dipengaruhi oleh keterampilan serta intensitas tenaga kerja pada fase budidaya tertentu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi ketersediaan sarana produksi, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), keterbatasan akses pembiayaan, serta fluktuasi harga pasar yang berdampak pada keputusan budidaya dan efisiensi produksi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan strategi peningkatan produktivitas bawang merah melalui penyediaan sarana produksi berkualitas, pelatihan budidaya modern, serta penguatan akses pasar dan lembaga pembiayaan bagi petani di Kecamatan Plampang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pertanian hortikultura yang berkelanjutan di NTB</p>Nur SyafitriTaslim SjahI Ketut Budastra
Copyright (c) 2025 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-272025-12-2741244144710.55681/economina.v4i12.1818DAMPAK STRATEGI BUNDLING PRODUK, BRAND AMBASSADOR, DAN SOSIAL MEDIA MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE PADA MAHASISWA KOTA JEMBER
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1823
<p>Studi terkait dirancang dalam upaya mengkaji pengaruh atau efek strategi bundling produk, brand ambassador, dan pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian produk perawatan kulit pada golongan mahasiswa yang berdomisili di Kota Jember. Metode yang dipakai dalam penelitian yang dirancang ialah kuantitatif, dimana data dihasilkan melalui kuesioner yang disebarluaskan pada 105 mahasiswa yang memakai produk skincare. Analisis data dilakukan dengan beberapa teknik, termasuk uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, linearitas, serta regresi linier berganda. Hasil studi menunjukkan bahwa variabel bundling produk, brand ambassador, dan strategi pemasaran media sosial secara kolektif memiliki efek yang besar terhadap Keputusan mahasiswa dalam pembelian. Akan tetapi, jika dilihat pada bentuk terpisah, hanya variabel pemasaran media sosial yang secara nyata berkonstribusi pada keputusan pembelian, sedangkan variabel bundling produk dan brand ambassador tidak menunjukkan efek secara signifikan. Nilai Adjusted R² yang sebesar 0,499 memperlihatkan bahwa ketiga variabel bebas mampu menjelaskan 49,9% variasi dalam keputusan mahasiswa dalam pembelian, Di luar itu, terdapat variabel dan penyebab lain yang turut memberikan dampak namun tidak dibahas dalam ruang lingkup penelitian ini. Dengan hasil tersebut, dapat ditegaskan bahwa promosi dan aktivitas pemasaran melalui platform media sosial menjadi unsur yang paling kuat dalam mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk membeli produk skincare.</p>Adelia Lailatul Fitri MarzuqiRiyanto EfendiAstrian KusumawatiChoirul HudhaVicky Indarto
Copyright (c) 2025 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-272025-12-2741244846710.55681/economina.v4i12.1823Eksplorasi Persepsi Manajer Terhadap Pengungkapan Akuntansi di Sektor Publik dan Privat
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/1834
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi manajer terhadap praktik pengungkapan akuntansi di sektor publik dan sektor privat, dengan menekankan perbedaan konteks kelembagaan, tujuan organisasi, serta tuntutan akuntabilitas yang melekat pada masing-masing sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap manajer yang bekerja di organisasi sektor publik dan perusahaan sektor privat, sehingga memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai makna, pertimbangan, dan tantangan dalam pengungkapan informasi akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer sektor publik memandang pengungkapan akuntansi sebagai instrumen utama akuntabilitas kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, yang dipengaruhi oleh regulasi formal, transparansi anggaran, serta tekanan politik dan birokrasi. Sebaliknya, manajer sektor privat cenderung menekankan pengungkapan akuntansi sebagai sarana untuk menjaga kepercayaan investor, meningkatkan reputasi perusahaan, serta mendukung pengambilan keputusan ekonomi, dengan mempertimbangkan aspek kerahasiaan bisnis dan efisiensi. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat kepatuhan terhadap standar akuntansi tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh nilai-nilai profesional, pengalaman manajerial, dan budaya organisasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang kontekstual dalam merumuskan kebijakan dan standar pengungkapan akuntansi, baik di sektor publik maupun privat. Dengan memahami persepsi manajer, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur akuntansi berbasis interpretatif serta kontribusi praktis bagi peningkatan kualitas pengungkapan dan akuntabilitas organisasi di Indonesia.</p>Marwah YusufDidin Pratama
Copyright (c) 2025 JURNAL ECONOMINA
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-272025-12-2741246847510.55681/economina.v4i12.1834